PROSUMUT – Kecamatan Medan Johor akan mendalami dugaan kecurangan perekrutan kepala lingkungan (kepling) di Kelurahan Kwala Bekala.
Plt Camat Medan Johor, Gunawan Perangin-angin memastikan bahwa proses seleksi kepling di Kwala Bekala yang berlangsung harus berjalan dengan transparan, adil dan tidak memihak ke mana pun.
“Sudah saya ingatkan kepada kelurahan, bahwa jangan ada permainan dalam seleksi kepling ini.
Jika ada, akan saya yang langsung menindak dan laporkan ke pak wali kota. Itu memang komitmen saya dari awal.
Dengan adanya informasi ini, akan saya cek lagi kebenarannya,” janji Gunawan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 7 Januari 2026.
Gunawan memastikan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki kepentingan dalam pemilihan Kepling yang berlangsung di Kecamatan Medan Johor.
“Semua sama, tidak ada yang kita beda-bedakan. Makanya kalau ada yang bermain begini saya kesal, karena saya sama sekali tidak ada kepentingan.
Nanti akan kita panggil lurah-nya untuk menanyakan informasi ini. Jika terbukti tentu akan kita pending dulu pemilihannya,” katanya.
Begitu juga dengan dugaan adanya upeti dalam proses meloloskan salah satu calon, Gunawan menegaskan akan mencari tahu kebenaran informasi itu.
“Saya tegaskan tidak ada Camat Medan Johor terlibat dalam proses pemilihan itu, apalagi ada upeti. Masyarakat ataupun calon Kepling jangan mudah percaya ketika nama Camat ‘dijual’.
Saya ingin semua proses berjalan adil. Jika memang ada kecurangan silahkan lapor langsung ke saya dan bawa bukti-buktinya. Akan langsung kita proses dan tindak,” pungkasnya.
Sebelumnya, proses perekrutan kepling di Kelurahan Kwala Bekala diduga berlangsung curang lantaran adanya salah satu calon memanipulasi data dan memalsukan tanda tangan warga sebagai syarat minimal dukungan.
Selain itu, disinyalir upeti sebesar Rp10 juta juga menjadi cara licik salah satu calon untuk lolos seleksi administrasi di tingkat kelurahan.
Diketahui, Kelurahan Kwala Bekala memiliki 20 lingkungan. Saat ini, proses perekrutan kepling telah memasuki tahap akhir dan pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 9 Januari 2026. (*)
Editor: M Idris

