Prosumut
Pendidikan

Sampoerna Academy Kembangkan Kompetensi Anak Sejak Usia Dini Lewat Pembelajaran STEAM

PROSUMUT – Sampoerna Academy sebagai pelopor STEAM di Indonesia menghadirkan event community Mommy & Me Over The Rainbow sebagai salah satu rangkaian program STEAM Expo 2023. Berkolaborasi dengan Komunitas IbuSibuk, acara ini diselenggarakan di Sampoerna Academy Medan Cipto dengan berbagai kegiatan berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).

Acara ini ditujukan untuk menstimulasi kemampuan berpikir lebih holistik dan kritis pada anak dengan cara belajar sambil bermain.

International Early Years Curriculum Head Sampoerna Academy, Alia Md Noh menyatakan bahwa pembelajaran STEAM lebih efektif dikenalkan pada anak sejak usia dini.

“Di usia 0-6 tahun, anak akan lebih banyak menyerap pengetahuan dari lingkungan sekitar. Pembelajaran STEAM pada anak sejak dini menjadi pilihan sangat efektif karena pendekatan ini mendorong mereka untuk melakukan hands-on learning atau mempraktekkan secara langsung, sehingga membuat kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan,” jelas Alia dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin 6 Maret 2023.

Alia mengungkapkan, Sampoerna Academy menerapkan pedagogi STEAM yang dirancang untuk memperkuat lima komponen penting anak yang disebut 5C (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration, and Character), yang sering dikenal sebagai keterampilan abad ke-21.

Metode ini mengintegrasikan pemikiran dan praktek yang sangat efektif dan efisien dalam membantu peserta didik tetap fokus dan terlibat sepanjang sesi.

Pengembangan lima kompetensi tersebut juga diterapkan di sesi Mommy & Me melalui berbagai kegiatan, seperti Interactive Storytime, Rainbow Sensory Discovery, Coloured Ball Hunt, dan Rainbow Salt Painting.

Dalam kegiatan-kegiatan ini, anak diajak mengeksplorasi banyak hal, sehingga mereka bisa memiliki pemahaman lebih mendalam. Tentunya selain memiliki pemahaman lebih holistik dan multidimensi, banyak manfaat pembelajaran STEAM yang diterapkan sejak anak berusia dini.

“Contohnya di aktivitas Rainbow Salt Painting, anak-anak diajak untuk belajar mengenal warna, berhitung, berkreasi mengenal berbagai peralatan dan perlengkapan baru, menggambar pola atau bentuk yang mereka sukai.

Aktivitas ini merupakan contoh bentuk pembelajaran menggunakan pendekatan STEAM yang kami terapkan di seluruh sekolah Sampoerna Academy,” tambah Alia.

Manfaat Pembelajaran STEAM

1. Menumbuhkan kecintaan dan semangat untuk belajar seumur hidup

Melalui STEAM, anak memiliki relasi dan persepsi positif dengan aktivitas belajar serta mendorong anak menjadi lebih bersemangat dalam mengembangkan keterampilan atau pengetahuan baru. Ini dapat membuat anak menjadi lifelong learner.

2. Membangun kepercayaan diri dan self-esteem

Hands-on learning akan membuat anak yakin dan percaya diri pada kemampuan yang mereka miliki, termasuk ketika akan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.

3. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis

Metode STEAM mengajarkan anak cara memproses informasi secara efektif, mendorong mereka untuk mengobservasi, menganalisa, dan memprediksi solusi sehingga membantu anak menjadi problem solver lebih baik.

4. Menumbuhkan kreativitas

Metode STEAM dapat mendorong anak menggunakan imajinasinya untuk berpikir kreatif dari perspektif berbeda untuk menemukan solusi inovatif untuk suatu masalah.

5. Meningkatkan keterampilan berkomunikasi Metode STEAM berfokus pada eksplorasi anak terhadap suatu hal baru

Secara alami, hal ini dapat membantu membangun kosa kata dan mengasah keterampilan berkomunikasi mereka. Selanjutnya, mereka dapat membagikan ide, pikiran, pendapat dan emosi dengan cara lebih efektif.

6. Membantu pengembangan sensorik Melalui metode STEAM, anak dapat mengeksplorasi, mengamati, dan belajar melalui aktivitas yang menyenangkan dan menarik dengan memperkenalkan mereka pada suara, tekstur, bentuk, aroma, dan lainnya yang dapat mengembangkan sensorik melalui lima panca indera mereka.

“Penerapan pendidikan dengan metode STEAM dapat menjadi akses bagi anak untuk memecahkan masalah dengan berpikir kritis dan holistik.

Dengan begitu, mereka akan mampu mengumpulkan informasi, menganalisis, menemukan hipotesa, dan mendapatkan pemahaman berdasarkan pengalaman dan apa yang mereka pelajari. Tentunya ini nantinya akan menjadi modal mereka untuk dapat bersaing di masa depan,” tutup Alia. (*)

Editor: M Idris

Konten Terkait

Kemah Bersama 4.0 MAN 1 Langkat Dibuka

Editor prosumut.com

Server Komputer Rusak, Ratusan Siswa SMAN 4 Medan Gagal UNBK

Val Vasco Venedict

Akhyar Kecewa, Halaman Belakang SMPN 27 Penuh Sampah

Ridwan Syamsuri