Prosumut
Kesehatan

Rakor Percepatan Penurunan Stunting Sumut, Butuh Kerja Keras Capai Target 14 Persen

PROSUMUT – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sumatera Utara (Sumut) masih terus berupaya mencapai target prevalensi stunting 14 persen. Sejauh ini, prevalensi stunting di Sumut berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 sebesar 18,9 persen.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut Munawar Ibrahim mengatakan, penyelenggaraan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Provinsi Sumatera Utara menjadi sangat penting dan strategis. Hal ini mengingat pada Oktober mendatang akan dilakukan evaluasi RPJM Nasional 2020-2024.

“Ini (rapat koordinasi) merupakan titik paling krusial. Artinya, ini akan menentukan posisi Provinsi Sumatera Utara, baik secara nasional, provinsi maupun kabupaten/kota.

Dengan kata lain, menentukan posisi kita tersebut bahwa pelaksanaan evaluasi akhir pencapaian percepatan penurunan stunting sesuai dengan RPJM Nasional 2020-2024,” ujar Munawar pada Rakor TPPS Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024 di Hotel Santika Dyandra Medan, Selasa 21 Mei 2024.

Menurut Munawar, waktu pelaksanaan kegiatan percepatan penurunan stunting hanya tinggal beberapa bulan.

“Kalau dihitung sejak hari dan bulan ini, kita hanya punya waktu untuk melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan program dan kegiatan percepatan penurunan stunting hanya tinggal 4 bulan lagi yaitu Juni, Juli, Agustus dan September.

Pertanyaan paling penting, paling krusial, dalam konteks seperti ini adalah mampukah Provinsi Sumatera Utara mencapai prevalensi stunting di angka 14 persen,” ungkapnya.

Munawar menjelaskan, berdasarkan data SKI menunjukkan bahwa dalam 10 tahun terakhir terjadi penurunan angka stunting yang cukup tajam. Karena itu, pada tahun 2023 ditargetkan dapat turun lebih cepat lagi, sehingga on the track pada tahun 2024 bisa mencapai target yang diharapkan yaitu 14 persen secara nasional.

“Prevalensi Provinsi Sumatera Utara berdasarkan SKI 2023 adalah sebesar 18,9 persen. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan sebanyak 2,2 persen.

Meskipun masih termasuk dalam kategori on the track, tetapi masih membutuhkan upaya dan kerja keras untuk mencapai target 14 persen pada tahun terakhir ini.

Upaya tersebut dengan mengatasi persoalan saat ini mengenai kondisi ‘Empat Terlalu’, yaitu Terlalu Muda, Terlalu Dekat, Terlalu Tua dan Terlalu Banyak. Begitu juga dengan masalah rumah tidak layak huni dan sumber air minum tidak layak.

“Jadi walaupun ada tren menurun yang sangat signifikan, akan tetapi ancaman dan permasalahan ini masih sangat besar.

Berdasarkan uraian data-data permasalahan tersebut dan kompleksitas masalah yang sedang kita hadapi, maka perlu segera direncanakan upaya tindak lanjut untuk mengatasi masalah ini sesuai dengan target RPJM tahun 2024, baik secara nasional maupun Provinsi Sumatera Utara,” paparnya.

Diutarakan Munawar, Sumatera Utara sendiri sejak beberapa bulan yang lalu telah dilakukan upaya-upaya untuk membahas kondisi tersebut seperti pada kegiatan rakor dan program Bangga Kencana yang melibatkan para ahli, stakeholder pusat dan provinsi.

Beberapa upaya mengatasi persoalan ada yang sedang dan mulai dilaksanakan, salah satunya dengan cara efektivitas program sasaran yakni mempersempit program sasaran pada ibu hamil ibu menyusui dan batuta dari keluarga desil satu dengan menjamin dan memberikan makanan.

“Tentu saja upaya dan kegiatan ini tetap memperhatikan beberapa upaya-upaya yang komprehensif, baik intervensi sensitif maupun intervensi gizi spesifik,” pungkas Munawar.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin yang hadir pada rakor tersebut mengharapkan prevalensi stunting Sumut tahun 2024 terus menurun hingga mencapai angka satu digit. Harapan itu tentunya dapat diwujudkan dengan upaya-upaya percepatan penurunan stunting yang maksimal hingga Oktober 2024 nanti.

“Tahun 2023 lalu, prevalensi stunting Sumut sudah berada pada angka 18,9 persen Harapannya ketika dilaksanakan Survei Kesehatan Indonesia di bulan Oktober 2024 nanti, kita dapat bersama-sama mencapai angka 14 persen dan bahkan di bawah lagi, angka satu digit, kenapa tidak,” kata Hassanudin. (*)

Reporter: M Idris

Editor: M Idris

Konten Terkait

Komite PPI RSUP HAM Sosialisasikan Cuci Tangan ke Pengunjung 

Editor prosumut.com

Kabar Positif Covid-19 Bertambah, Ini Kata Dinkes Batubara

admin2@prosumut

Kasus Covid-19 di Sumut Masih ‘Impor’, dr Handoyo: Kita Harus Diam di Rumah

admin2@prosumut