Prosumut
Ekonomi

Bagaimana Transaksi Saham Selama Ramadan 2024? Ini Penjelasan Kepala BEI Sumut

PROSUMUT – Bulan Ramadan 1445 Hijiriah Tahun 2024 tinggal menghitung hari. Tidak lama lagi, bulan yang suci bagi umat Islam ini akan berlalu. Lantas, bagaimana kondisi transaksi saham selama Ramadan 2024?

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Pintor Nasution mengungkapkan, transaksi perdagangan saham selama bulan Ramadan mengalami penurunan.

Menurunnya transaksi perdagangan ini karena masyarakat butuh dana tunai, apalagi mendekati lebaran atau Hari Raya Idul Fitri.

“Memang kebiasaan di hari besar keagamaan ya, mau itu lebaran, natal dan tahun baru, banyak orang mengonversi portofolio dalam bentuk cash atau tunai,” ungkap Pintor diwawancara di sela-sela buka puasa bersama dengan wartawan di Medan, Senin 1 April 2024.

BACA JUGA:  Sekda Sumut Apresiasi PHR Zona 1 di PIIS 2026, Pamerkan Produk UMKM Binaan hingga Edukasi Migas

Selain kebutuhan dana tunai, menurut Pintor, faktor yang mendorong transaksi saham melemah selama Ramadan yaitu adanya kebijakan yang mempengaruhi pasar saham. Salah satunya, kebijakan Full Call Auction (FCA) yang diberlakukan 25 Maret 2024 lalu.

“Jadi, transaksi saham saat ini sedang lesu. Biasanya transaksi kita sampai Rp 12 triliun per hari. Namun selama Ramadan hanya Rp 9 sampai Rp 10 triliun per hari,” sebut Pintor.

BACA JUGA:  Sekda Sumut Apresiasi PHR Zona 1 di PIIS 2026, Pamerkan Produk UMKM Binaan hingga Edukasi Migas

Kebijakan baru mengenai FCA dinilai sangat mempengaruhi, sehingga membuat investor berpikir ulang untuk bertransaksi saham. Meskipun kabar kebijakan tersebut akan dikaji ulang.

“Harga saham bisa jadi Rp 1 yang sebelumnya minimal Rp 50. Ini buat orang berpikir ulang. Apalagi, sekarang banyak orang yang sudah beralih ke Crypto,” cetusnya.

Meski begitu, kata Pintor, lesunya transaksi bursa saham tersebut diprediksi tidak berlangsung lama. Sebab, setelah lebaran nanti atau bulan Mei mendatang diyakini akan ramai kembali.

“Ada istilah Sell in May and Go Away, biasanya banyak aksi orang menjual. Tapi sebelum lebaran ini juga banyak orang menjual sahamnya.

BACA JUGA:  Sekda Sumut Apresiasi PHR Zona 1 di PIIS 2026, Pamerkan Produk UMKM Binaan hingga Edukasi Migas

Namun setelah lebaran nanti ada kebiasaan orang membeli kembali karena ada THR, tetapi itupun kita lihat lagi nanti,” ujarnya.

Lebih jauh Pintor mengatakan, selama Ramadan ini juga Bursa Efek Indonesia memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menyimpan keuangannya, tidak menghabiskan THR.

“Melalui konten-konten, kita edukasi masyarakat untuk mengelola uang THR agar bisa dibuat investasi pasar modal,” ucapnya. (*)

Reporter: M Idris

Editor: M Idris

Teks foto: Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sumut Muhammad Pintor Nasution. (M Idris)

Konten Terkait

MyTelkomsel Super App Beri Kemudahan Transaksi dan Tingkatkan Gaya Hidup Digital Pelanggan

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Sinergi Kemendag, Kemeninves/BKPM, dan Kemenperin Pulihkan Ekonomi Global

OJK Nilai Undisbursed Loan di Sumut Turun 3,30 Persen

Editor Prosumut.com

Tahap 3 Bantuan Pangan Beras di Sumut, Baru Tersalurkan 32 Persen

Editor honeydew-lobster-961789.hostingersite.com

Inilah Para Pewaris Emporium Bisnis Properti Ciputra

valdesz

Sumatranomics 2025, Bangun Pemahaman dan Kesadaran Pengembangan Perekonomian Sumatera

PROSUMUT
Inspirasi Sumatera Utara