Prosumut
Kesehatan

Tekan Penyebaran Hepatitis, Balita Wajib Imunisasi

PROSUMUT – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan, sebanyak 35.757 bayi lahir dengan hepatitis B di Indonesia pada tahun 2022. Penularan kasusnya, secara umum didominasi secara langsung dari ibu ke anak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) dr Alwi Mujahit Hasibuan menyampaikan, hepatitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis, baik B, C atau D. Penyebarannya, ditularkan melalui cairan tubuh.

“Sebagaimana disebutkan, penularan yang paling sering dan paling banyak terjadi adalah dari ibu ke bayi atau anaknya,” ungkapnya, Kamis 18 Mei 2023.

Meski begitu, kata Alwi, penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi. Karenanya, vaksin hepatitis wajib diberikan kepada balita. “Sekarang termasuk imunisasi wajib pada balita,” jelasnya.

Alwi menyebutkan, penyakit hepatitis semakin tinggi karena mudah ditularkan bila daya tahan tubuh sedang menurun. Misalnya, sambung dia, karena kelelahan dan pola makan yang tidak teratur.

“Biasanya dalam kelompok ini termasuk aktivis, wartawan dan lain-lain. Penyakit ini juga umum disebut sebagai sakit kuning,” katanya.

Meski begitu, Alwi mengakui, bahwa sampai saat ini untuk hepatitis belum ada ditemukan obat yang spesifik untuk menyembuhkannya. Untuk itu dia kembali mengimbau kepada balita agar bisa mendapatkan vaksinasinya.

“Obat belum ada. Penyembuhan (harus) istirahat total (bed rest),” pungkasnya.

Untuk diketahui, Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril menyampaikan secara umum, penularan hepatitis B, C, dan D terjadi secara vertikal langsung dari ibu ke anak, dari cairan tubuh (air ludah, cairan sperma) dan aktivitas seksual tidak aman, menggunakan tindik atau tato, maupun penggunaan jarum suntik tidak steril pada pengguna narkoba.

”Penularan Hepatitis B dari secara vertikal Ibu ke anak menyumbang sebesar 90-95% dari seluruh sumber penularan lainnya,” ujarnya.

Bayi yang terinfeksi hepatitis B kemungkinan untuk menjadi kronis dan sirosis berpotensi hingga 80%. Karenanya, pemberian vaksin hepatitis B secara lengkap dan tepat dapat menurunkan prevalensi hepatitis B.

“Tetapi masih terdapat permasalahan yang harus dihadapi yaitu risiko untuk menjadi sirosis dan hepatoma serta belum ada pengobatan yang efektif,” jelasnya.

Menurut data Kemenkes, sebanyak 7,1% atau 18 juta masyarakat indonesia terinfeksi hepatitis B. Dari jumlah tersebut 50% diantaranya berisiko menjadi kronis dan 900.000 dapat menjadi kanker hati.

Bahkan hepatitis B menjadi empat besar penyebab kematian di Indonesia, dengan perkiraan kematian setiap tahunnya sebesar 51.100 kematian.

Kemudian, sebanyak 50.744 Ibu hamil positif hepatitis B pada tahun 2022. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35.757 bayi lahir dari ibu yang positif hepatitis B.

Kendati sebagian besarnya sudah mendapatkan imunisasi Hb0 dan HBg kurang dari 24 jam. Namun masih didapati 135 bayi positif Hepatitis B pada usia 9-12 bulan. (*)

Editor: M Idris

Konten Terkait

Data Terbaru Covid-19 Sumut, 3 Pasien Positif di Pakpak Bharat Dinyatakan Sembuh

Editor Prosumut.com

Tim Dokter Bayi Kembar Siam Dempet Perut Sebut Tidak Ada Indikasi Pemisahan Emergensi

Editor prosumut.com

Positif Covid-19 di Sumut Bertambah Jadi Dua

admin2@prosumut