PROSUMUT – Sekretariat Nasional (Seknas) Gerakan Nasional Tani Kemandirian Pangan (Genta Pangan) resmi membentuk kepengurusan cabang Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk periode 2026-2031.
Pembentukan ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Sekretariat Nasional (Setnas) kepada jajaran pengurus provinsi di Sekretariat Genta Pangan Sumut, Jalan Gaperta No. 309F, Medan, Senin 12 Januari 2026.
SK bernomor 007/SK-CP/DPP_SGPM/2026 tertanggal 9 Januari 2026 tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Harian Seknas Genta Pangan, Jerry Kurniadi Tumele kepada Wakil Ketua I Genta Pangan Sumut Ir. Aldinz Rapolo Siregar, yang didampingi Sekretaris Dr. Ir. Drs Parapat Gultom, M.SIE ASEAN Eng., APEC Eng.
Prosesi penyerahan SK berlangsung dalam suasana penuh tawa canda dan sarat makna budaya.
Ketua Dewan Pembina Genta Pangan Sumut, Dr. RE Nainggolan turut mengalungkan ulos kepada Jerry Kurniadi Tumele sebagai simbol penghormatan dan persahabatan menurut tradisi etnis Batak.
Selain Dr. RE Nainggolan, jajaran Dewan Pembina dan Pengawas juga diisi oleh Prof. Bramantyo Djohan Putro, Ph.D., dan Prof. Dr. dr. Sarma Lumbanraja.
Sementara itu, susunan Pengurus Harian Genta Pangan Sumut sesuai SK terdiri atas orang-orang profesional dan kompeten di bIdang pertanian, peternakan, dan kebijakan pembangunan lintas-sektoral.
Ketua dijabat oleh Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si yang juga Bupati Tapanuli Utara, Wakil Ketua I Ir. Aldinz Rapolo Siregar, Wakil Ketua II Ir. Herawaty, Sekretaris Dr. Ir. Drs. Parapat Gultom, Wakil Sekretaris Jadi Pane SPd., MM, Bendahara dipercayakan kepada Lesman Pangaribuan, SE, serta Wakil Bendahara Dra. Veronica Sitanggang, M.Psi, yang juga Ketua PWKI Sumut.
Untuk memperkuat kerja teknis di lapangan, dibentuk pula sejumlah bidang strategis, antara lain bidang pertanian yang dipimpin Ridelson Sibuea, bidang peternakan oleh Tonny Situmeang, bidang perikanan oleh Rijon Manalu. SP.d. K, serta bidang budidaya lainnya oleh Ir. Ronald Naibaho, M.Si.
Di tingkat satuan kerja, organisasi ini juga membentuk Badan Pengawasan Internal yang diketuai Dr. Valdesz Junianto, MSP, serta Badan Perencanaan, Penataan, Pembangunan dan Pengawasan yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Satia Negara Lubis, ME.
Jerry Kurniadi Tumele menegaskan, pembentukan kepengurusan Sumut merupakan langkah strategis untuk memperluas peran Genta Pangan dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang tengah digencarkan pemerintah.
“Genta Pangan siap bersinergi dengan pemerintah dan BUMN untuk memperkuat produksi pangan nasional, mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan,” ujar Jerry.
Ia menyebutkan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan berbagai kebijakan penting, seperti pembatasan impor pangan dan peningkatan penyerapan hasil pertanian dalam negeri. Menurutnya, momentum ini harus dijawab dengan kerja nyata di lapangan.
Saat ini, Genta Pangan tengah menyiapkan sejumlah program konkret, termasuk rencana penanaman satu juta pohon di Sumatera Utara yang telah mulai dijalankan dan mendapat dukungan dari Wakil Menteri Pertanian.
Selain itu, Genta Pangan juga terlibat dalam peluncuran benih unggul HMS700 di Malang pada lahan percontohan seluas tiga hektare.
Di Jawa Timur, organisasi ini telah membangun kerja sama pengelolaan lahan seluas 425 hektare yang tersebar di 28 kabupaten/kota, dengan sistem pemanfaatan lahan melalui proposal untuk memastikan status lahan bersih dan bebas sengketa.
Untuk sektor peternakan, Genta Pangan menargetkan pengembangan ayam petelur, ayam pedaging, serta sapi dan kerbau potong.
Organisasi ini juga mendorong pembentukan koperasi dan integrasi produk anggota ke dalam platform marketplace guna memperluas akses pasar.
Jerry menambahkan, peluang ekspor komoditas seperti kopi saat ini cukup besar, sementara pasar regional seperti Aceh membutuhkan pasokan telur hingga 1,5 juta butir per hari.
“Tugas kami membantu kehadiran investor, serta menyiapkan akses kebijakan. Teknologi bisa datang dari luar, tapi basis produksinya harus kuat di daerah,” tegasnya.
Genta Pangan juga menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan penggunaan pupuk organik dalam praktik budidaya pertanian, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesehatan tanah.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Dr. RE Nainggolan menilai gerakan pangan nasional ke depan akan menjadi salah satu sektor strategis yang memiliki dampak ekonomi dan politik yang luas.
“Kita punya peluang besar membangun kekuatan pangan nasional. Ini bukan hanya soal produksi, tapi juga konsolidasi dukungan lintas sektor, termasuk tokoh-tokoh nasional,” ujarnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan Sumut, Genta Pangan berharap dapat mempercepat realisasi kemandirian pangan dari daerah, sekaligus memperkuat posisi Indonesia menuju swasembada pangan berkelanjutan.
Dalam waktu dekat, pengurus Genta Pangan Provinsi Sumut akan membentuk dan mengukuhkan kepengurusan daerah di 33 kabupaten/kota. (*)
Editor: M Idris

