Prosumut
Politik

Warga Desa Simangalam Geruduk DPRD Labura, Protes Pilkades

PROSUMUT – Warga Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) berunjuk rasa ke kantor Bupati terkait tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), kemarin.

Dalam orasinya, mereka memprotes tahapan Pilkades yang dinilai tidak adanya pencabutan nomor urut calon kepala desa (Cakades). Padahal harusnya hal itu dilakukan sejak Rabu (11/5/2022) lalu oleh panitia pelaksana.

“Aksi digelar karena tidak terjadi pencabutan nomor urut calon di Kantor Bupati sampai Kamis (12/5/2022) dini hari, kendati panitia Pilkades berada di sana,” ucap pimpinan aksi, Lasma Doloksaribu.

BACA JUGA:  Relawan N4J Akan Gelar Rakernas II 2022

Berdasarkan dokumen yang ia pegang, Lasma menilai Kabag Hukum dan Dinas terkait di Pemkab Labura telah mempermainkan rakyat di desanya dengan tidak dilakukannya pencabutan nomor urut.

“Rakyat Desa Simangalam telah dibodohi, padahal pihak Pemkab Labura yang meminta dan mendesak agar pengundian nomor urut calon Kades dilaksanakan di Kantor Bupati,” tegasnya.

Massa yang berorasi sampai di Kantor DPRD Labura, diterima 5 anggota DPRD di ruangan sidang paripurna. Dokumen tuntutan diterima Ketua DPRD Labura.

BACA JUGA:  Ganjar Milenial Sumut Bagikan 300 Paket Sembako ke Pengemudi Betor

“Akan digelar rapat pimpinan dan tuntutan tertulis dari masyarakat Desa Simangalam diterima oleh Ketua DPRD Labura,” kata seorang anggota DPRD Komisi A.

Untuk menindaklanjuti tuntutan warga, DPRD Labura akan mengundang Kabag Hukum Setdakab Labura dan instansi terkait lainnya.

Kabag Hukum Setdakab Labura Afni Zahidah dihubungi Wartawan via seluler tidak bersedia mengangkat.

Sementara Sekdakab Labura H Muhammad Suib secara terpisah mengatakan, masa diterima langsung di depan pintu gerbang Kantor Bupati terkait tuntutan seputar tahapan Pilkades di Desa Simangalam.

BACA JUGA:  Ganjar Milenial Sumut Bagikan 300 Paket Sembako ke Pengemudi Betor

“Khusus Desa Simangalam pihak panitia kabupaten sedang melakukan evaluasi hasil penetapan panitia Pilkades. Ada 8 calon, maka yang masuk 5 besar dan terbuang 3 calon, hal ini benar-benar diteliti, ditelaah apakah hasil yang diputuskan panitia Pilkades sesuai aturan atau belum,” ucapnya. (*)

 

Reporter : Sofyan Ritonga
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            :

Konten Terkait

Sengketa Pilkada Medan 2020, Gugatan Akhyar-Salman Dinyatakan Gugur

Editor Prosumut.com

Isu 70 Persen TNI Membelot, Wiranto Sebut Akan Tutup Media yang Sebar Hoaks

Editor prosumut.com

Soekirman Kembalikan Berkas Formulir Penjaringan ke PDIP Sergai

Editor prosumut.com