Prosumut
Kesehatan

Diduga Terjangkit Hepatitis Akut, Balita di Medan Meninggal

PROSUMUT – Seorang balita di Kota Medan dikabarkan meninggal dunia diduga karena terjangkit hepatitis akut.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut drg Ismail Lubis mengatakan, satu anak suspek hepatitis akut itu meninggal dunia di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan, setelah menjalani perawatan dengan gejala berat.

“Ada dua anak yang suspek, satu di RS Elisabeth sudah meninggal dan satu lagi sedang dirawat di RSUP Haji Adam Malik,” kata Ismail, Selasa 10 Mei 2022.

Ismail menjelaskan, anak yang meninggal tersebut berusia dua tahun berasal dari Kota Medan. Pasien masuk ke rumah sakit dengan gejala mual, muntah, demam, dan matanya sudah menguning, serta kehilangan kesadaran. Namun untuk memastikan bahwa pasien terjangkit hepatitis, harus dilakukan pemeriksaan spesimen di Jakarta.

“Pagi ini kita akan bawa spesimennya ke Universitas Indonesia, karena di sana memeriksanya,” ujarnya.

Sebelumnya, diberitakan dua anak di Sumut diduga terpapar hepatitis akut misterius. Kedua anak tersebut tengah menjalani pemeriksaan dan observasi intens.

“Ada dua anak yang sedang dirawat di dua rumah sakit dan dicurigai diduga terkena penyakit hepatitis misterius. Akan tetapi, masih dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas kesehatan dan ini masih diduga,” kata Ismail, Senin, 9 Mei 2022.

Ismail mengakui, memang gejala yang dialami kedua anak tersebut diantaranya demam, diare dan muntah-muntah. “Tapi belum dapat laporan kalau pasien demamnya kuning atau seperti apa. Tim lagi memeriksa dan memastikan gejala yang dialami dua anak tersebut,” ucapnya.

Menurut dia, pihaknya sudah menyusun sejumlah langkah mengantisipasi penyebaran hepatitis akut ini.

“Kita lakukan sistem dini respon, artinya sejak dikatakan adanya penyakit hepatitis misterius pada anak, kita membentuk tim epidemiologi. Kemudian, meminta dokter anak di rumah sakit melakukan produk penanganan awal, seperti tes skrining dan lain sebagainya,” ungkap Ismail.

Ismail menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan RSUP Haji Adam Malik, Medan. Hal ini terkait penanganan lebih lanjut dan jika memang dirujuk.

“Hepatitis misterius ini ada kaitannya dengan penyakit liver. Maka dari itu, ini ada 10 persen kasus transplantasi hati di (RSUP Haji) Adam Malik. Jadi, kita akan rapat dengan mereka,” sebutnya.

Ia mengimbau agar seluruh sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka untuk memperketat pola hidup sehat dan bersih. Siswa diwajibkan cuci tangan sebelum menyentuh makanan dan tidak jajan sembarangan.

“Nantinya akan ada pemeriksaan kepada anak di sekolah-sekolah melalui puskesmas. Bahkan, posyandu juga kita aktifkan lagi untuk imunisasi Hepatitis A dan B,” tuturnya. (*)

 

Reporter : Rayyan Tarigan
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            :

Konten Terkait

Dua Pasien Suspect Difteri Dibolehkan Pulang

Editor prosumut.com

Alamak, 230.000 Data Tes Covid-19 Dijual di Pasar Gelap

valdesz

Data Terbaru Covid-19 Sumut, 6.541 Kasus Konfirmasi

admin2@prosumut