Prosumut
Kesehatan

Empat Kabupaten/Kota di Sumut Belum Bisa Lakukan Vaksinasi Booster

PROSUMUT – Empat kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) belum bisa melakukan vaksinasi booster atau dosis letiga kepada masyarakat.

Namun, sebanyak 29 kabupaten/kota di Sumut sudah diperbolehkan melaksanakan vaksinasi booster ini.

“Keempat kabupaten/kota tersebut, antara lain Medan, Deliserdang, Padangsidempuan, dan Padanglawas,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut drg Ismail Lubis, Rabu 12 Januari 2022.

Ismail juga menyampaikan, ada perubahan syarat bagi suatu daerah untuk melaksanakan vaksinasi booster berdasarkan petunjuk teknis (juknis) yang diterima dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sebelumnya disampaikan harus tercapai 70 persen vaksinasi umum dosis satu dan 60 persen dosis dua, kini berubah yaitu capaian vaksinasi umum dosis satu minimal 70 persen dan vaksinasi lansia 60 persen.

BACA JUGA:  Jemaah Haji Diimbau Periksa Kesehatan Sepulang dari Mekkah

“Syaratnya ini berubah sesuai juknis yang kami terima,” imbuhnya.

Dikatakan Ismail, vaksinasi booster diberikan kepada masyarakat yang sudah divaksin dosis dua dengan jarak waktu 6 bulan.

“Kalau ada masyarakat yang dosis satu dan dua divaksin Sinovac, maka dosis ketiganya diberikan vaksin booster jenis Pfizer setengah dosis atau Astra Zeneca setengah dosis. Sedangkan masyarakat yang dosis satu dan dua divaksin Astra Zeneca, maka boleh diberikan vaksin booster jenis Moderna setengah dosis,” katanya.

BACA JUGA:  Jemaah Haji Diimbau Periksa Kesehatan Sepulang dari Mekkah

Ismail mengaku, vaksinasi booster dapat dilakukan di fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas dan rumah sakit pemerintah. Saat ini, stok vaksin di Dinas Kesehatan Sumut yang tersedia jenis Pfizer sebanyak 239.000 dosis.

“Kalau dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kita sudah sampaikan kepada RS Haji Medan, RSJ Prof M Ildrem, UPT Paru, UPT Mata dan lainnya. Stok vaksin booster yang kita punya jenis Pfizer, jadi di masing-masing fasilitas rumah sakit kita menggunakan jenis vaksin tersebut dan stok vaksinnya sekitar 239.000 dosis. Dengan ketersediaan vaksin booster tersebut, diperkirakan dapat mencukupi hampir 500.000 orang,” sebutnya.

BACA JUGA:  Jemaah Haji Diimbau Periksa Kesehatan Sepulang dari Mekkah

Menurut Ismail, vaksinasi booster ini bermanfaat untuk memperkuat antibodi seseorang terhadap Covid-19.

“Seiring berjalannya waktu setelah masyarakat sudah divaksin dosis satu dan dua, terjadi penurunan antibodi melawan Covid-19. Karena itu, perlu diperkuat antibodi itu dengan divaksin booster sehingga mampu melawan Covid-19 hingga varian Omicron,” pungkasnya. (Nastasia)

 

Reporter : Nastasia
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Masker dan Gel Sanitizer Langka di Medan

Editor prosumut.com

Wabah Covid-19, UINSU Terapkan e-Learning Mulai Besok

admin2@prosumut

Sembuh dari COVID-19, Ini Kesaksian Twindy Rarasati

valdesz