Prosumut
Umum

Perkuat Ketahanan Pangan, Duta Pertanian Organik Asia Ir Soekirman Kunjungi Sleman

Oleh: Dr Purwadi M.Hum. (Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA)

HARI Minggu, 9 Januari 2022 Ir H Soekirman melakukan kunjungan kerja. Sebagai duta pertanian organik Asia, kali ini mendatangi Kabupaten Sleman Yogyakarta. Dengan disertai Bu Marliah, Mas Dipa dan Mas Agus. Semua siap untuk ngangsu kawruh.

Acara pertama di rumah dinas Bupati Sleman. Dra Hj Kustini, Bupati Sleman yang dilantik sejak tanggal 17 Pebruari 2021 sangat ramah. Pertemuan para tokoh ini seolah olah reuni. Berkali kali Pak Kirman rawuh di pendopo Kabupaten Sleman. Dulu tahun 2012 pernah membawa rombongan seni untuk studi banding macapatan.

Hadir pula Drs Sri Purnomo, Bupati Sleman periode 2011-2022. Beliau memberi klengkeng organik. Buah ini ditanam sendiri oleh Pak Sri Purnomo. Rasanya segar gurih manis.

Bedhug dheng telah tiba. Saatnya makan siang. Bu Kustini mengajak kembul bujana andrawina. Makan siang bersama Bupati Sleman terasa mat matan. Sambil diskusi beragam tema, pembicaraan malah lebih menarik. Kegiatan tanpa protokoler ini mengalir begitu saja.

Rumah dinas Bupati memang asri anglam lami. Pendopo berbentuk joglo memancarkan wibawa eksekutif. Ada gamelan yang terpasang di sebelah timur. Sewaktu waktu digunakan sebagai sarana gelar budaya. Halaman luas cukup bisa menampung banyak orang. Cocok untuk kegiatan umum.

Bangunan pendopo Kabupaten Sleman selalu disesuaikan dengan nilai filosofis Jawa. Tata ruang, tempat, meja, kursi, tiang, atap, langit langit, hiasan tertata rapi. Perlengkapan dibuat harmonis. Intinya supaya masyarakat turut bisa handarbeni. Demi keperluan bersama.

Dialog tentang pertanian organik dengan Bupati Sleman berlangsung gancar lancar. Ir H Soekirman merasa mendapat masukan yang bermakna. Rombongan duta pertanian organik segera melanjutkan perjalanan.

Tani Organik Merapi atau TOM jadi tujuan utama. Tempatnya di bawah kaki gunung Merapi. Kanan kiri dihias pemandangan alam yang indah permai. Nama besar Merapi turut mengantar TOM jadi lebih terkenal. Bisa dikatakan nempil kawibawan.

Mas Bastian, aktivis LSM tulen ini terlebih dulu datang. Bersama dengan istrinya, Mas Bastian sudah begitu mengenal TOM. Kegiatan Mas Bastian di Bitra Medan Sumatera Utara bersama Pak Kirman memberi banyak pengalaman.

Pemilik TOM bernama Pak Untung. Benar benar Pak Untung selalu untung. Ide cemerlang, gagasan kreatif. Ditambah kerja keras, tekun berusaha. Jadilah beliau pengelola TOM yang diakui dunia.

Suara lagu lagu Jawa mewarnai suasana alam pedesaan. Bayam, kangkung, kacang, keningkir, kemangi tumbuh subur. Pepaya, pisang, mangga senantiasa berbuah. Dari alam ini tumbuh tanaman subur. Buah siap untuk panen. Penghasilan tercukupi, hidup bertambah makmur.

Bangunan kecil merata di sekitar kawasan TOM. Terdiri dari bagian kantor administrasi, produksi, kerja sama, kantin dan pengembangan. Masing masing dikelola oleh tenaga ahli yang berpengalaman handal profesional.

Mahasiswa, dosen, peneliti dari segala penjuru negeri berdatangan. Mereka berkunjung untuk melihat sukses TOM. studi banding demi mengembangkan produk pertanian organik yang sehat.

Suguhan berupa dua nasi tumpeng siap untuk disantap. Bu Marliah, Pak Soekirman, Mas Dipa, Mas Agus, Mas Bastian dan Mbak Bastian segera mencicipi masakan tradisional. Ingkung ayan kampung memberi kesan agung. Kuluban, telor, buah ditaruh di atas tampah. Lahap sekali sore itu. Waktu menunjukkan pukul 15.30. Hujan rintik rintik mengguyur area TOM. Angin berhembus dari gunung Merapi menambah hawa makin segar.

Tampak Pak Untung menerima kedatangan mahasiswa UNS Surakarta. Tiap hari selalu ada rombongan perguruan tinggi, LSM dan instansi pemerintah yang mengunjungi TOM. Tentu dengan berbagai tujuan. Pertanian organik idaman untuk masa depan.

Luas area TOM sebanyak lima hektare. Dikelola secara mandiri. Ternyata dapat mencukupi kebutuhan. Contoh swasta pertanian yang berhasil gemilang.

Alat alat pertanian klasik mudah dijumpai. Duduk di lesehan tikar mendong sungguh mengesankan. Suguhan teh jae hangat cocok untuk suasana yang dingin. Sore itu kunjungan rombongan Ir H Soekirman amat menyenangkan.

Sudah waktunya untuk pamitan. Minggu 9 Januari 2022 acara studi banding tentang pertanian organik pun selesai. Sebagai sarana untuk mewujudkan negeri kang panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja. (*)

 

Konten Terkait

Jelang Idul Adha, Harga Cabai di Binjai Mulai Mahal

Editor prosumut.com

Rektor UISU Ingatkan Pentingnya Silaturahmi

Ridwan Syamsuri

Dugaan Praktik Persekongkolan Proses Tender di Pemkab Samosir Dilaporkan ke Polda Sumut

Editor prosumut.com