Prosumut
Berita

LBP Somasi Haris Azhar & Fatia Maulida, RE: Jangan Asal Tuding!

PROSUMUT – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan adalah sosok yang terbuka dan menghargai demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Di sisi lain, dia juga sangat melawan segala bentuk tuduhan, fitnah, dan pencemaran nama baik.

“Kita sudah lihat baru-baru ini, bagaimana beliau dengan lapang hati memaafkan orang yang terkesan sengaja ‘melecehkan’ marganya. Bagi orang Batak pada umumnya, itu sangat menyakitkan, tetapi beliau bahkan tidak menyampaikan pernyataan apa pun, hanya menitipkan melalui stafnya bahwa beliau memaafkannya. Jika beliau sampai merespons dengan memberikan somasi, itu artinya memang sudah ada tuduhan yang beliau rasa sangat merugikan nama baiknya,” ujar tokoh masyarakat Sumut, DR RE Nainggolan, saat dimintai tanggapannya oleh wartawan di Medan,, Selasa 31 Agustus 2021..

RE meyakini, somasi itu juga dalam semangat mengedukasi publik agar tidak sesukanya menyampaikan pernyataan, terutama saat sekarang semua orang bisa membangun kanal dan akun media sosial.

“Sekarang ini kan semua orang bisa memiliki media. Jika Anda memiliki pengikut atau pelanggan (subscriber) seribuan saja, hakikatnya Anda sudah memiliki media massa. Bedanya, media massa konvensional memiliki alur dan prosedur tetap sebelum konten atau informasi disebarluaskan ke publik. Ada editor, redaksi, korektor, dan sebagainya. Sekarang, orang bisa melakukannya sendirian. Bahkan ada yang siaran langsung tanpa ada sensor,” paparnya.

Di satu sisi, RE mengakui itu perkembangan yang baik. Masyarakat memiliki banyak alternatif untuk mendapatkan informasi dan bahan edukasi. Akan tetapi, di sisi lain, peluang terjadinya fitnah, hoax, dan informasi menyesatkan, juga menjadi sangat besar, dan ini berbahaya,” katanya.

Ketua Umum DPP N4J ini melihat, Menkomarves juga sudah menempuh jalan yang sangat bijak, dengan melayangkan somasi.

“Ini kan langkah yang baik. Meskipun kita yakini beliau merasa sangat dirugikan dengan konten Youtube itu, beliau tidak langsung main lapor. Beliau melalui kuasa hukumnya hanya meminta penjelasan dan klarifikasi,” katanya.

Kesempatan ini sebaiknya digunakan oleh kedua orang tersebut. “Jangan sampai diabaikan dan disepelekan, tetapi ketika kemudian diambil langkah-langkah lain, Pak LBP dituduh lagi macam-macam,” katanya.

RE mengakui, LBP termasuk sering mendapatkan cemoohan dan tuduhan negatif, sementara faktanya beliau justru menjadi salah seorang pembantu Presiden Jokowi yang bekerja sangat keras, tanggap, berfikir holistik dan bekerja fokus dan tuntas.

Bahwa beliau mendapatkan banyak kepercayaan, tentu didasarkan pada hasil penilaian bahwa tugas-tugas yang diberikan itu bisa diselesaikan dengan baik dan cepat.

“Ini hal yang sangat basic dalam ilmu kepemimpinan. Sebagai pemimpin, Anda tentu ingin pekerjaan dan misi bisa selesai dengan baik. Maka Anda akan menyerahkan tugas itu kepada orang yang memang bisa menyelesaikannya dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Somasi

Sebelumnya, Luhut Pandjaitan mengirim somasi ihwal pernyataan Haris dan Fatia di kanal Youtube Haris Azhar.

Dalam konten milik pengacara PT Jelajah Bahari Utama dan PT Trada Alam Minera dalam kasus dugaan korupsi Asabri tersebut, keduanya menyebut Luhut bermain dalam bisnis tambang di Papua.

Kuasa Hukum Luhut Binsar Pandjaitan Juniver Girsang menilai tuduhan itu sebagai pembunuhan karakter kliennya dan bisa diduga sebagai penyebaran berita bohong.

Pihaknya meminta Haris dan Fatia menjawab somasi itu dalam waktu 5×24 jam. (*)

Editor : Val Vasco Venedict 

Konten Terkait

Terkait Ranperda Hukum Adat, F-PDIP: Harus Lindungi Masyarakat Adat!

Editor Prosumut.com

Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

Pro Sumut

Berbagi di Momentum Idul Adha, PDIP Sumut Sembelih Hewan Kurban

Editor prosumut.com