Prosumut
Pemerintahan

Darma Wijaya Imbau Petani Gunakan Pupuk Non Subsidi.

PROSUMUT – Bupati Sergai Darma Wijaya meminta kepada para petani untuk mandiri dengan menggunakan pupuk non subsidi, tanpa harus menggunakan pupuk subsidi, gunanya untuk menunjang produktivitas hasil pertanian terkhusus padi dalam mencapai program ketahan pangan pemerintah.

Hal itu dikatakan Bupati Darma Wijaya saat membuka panen perdana pada kegiatan hilirisasi inovasi teknologi pertanian gerakan panen serentak seluas 10 hektar bersama kelompok tani margo mulyo di Desa Pulau Gambar Kecamatan Serba Jadi, awal pekan kemarin.

Pada kesempatan itu, Bupati Darma Wijaya menyerahkan bantuan dua alat mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani margo mulyo dan kelompok tani huria mandiri.

Bupati Darma Wijaya mengatakan pembangunan pertanian diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dengan meningkatkan ketahanan pangan dan daya saing pertanian.

Salah satu tujuan utama pembangunan pertanian adalah meningkatkan kehidupan petani dan keluarganya yang lebih baik dan sejahtera, katanya.

Sedangkan dalam rencana kerja pemerintah, ketahanan pangan termasuk salah satu prioritas, mengingat jumlah penduduk semakin meningkat yang dibarengi dengan kebutuhan pangan yang semakin meningkat pula sementara ketersediaan lahan, seperti lahan sawah semakin sempit yaitu dengan adanya alih fungsi lahan.

BACA JUGA:  Cegah Cluster, Satgas Covid-19 Tebingtinggi Sosialisasi dan Kunjungi Perkantoran

Menurut Darma Wijaya, Kabupaten Sergai merupakan salah satu lumbung beras di Provinsi Sumut. Produksi beras di Tanah Bertuah Negeri Beradat dari tahun ke tahun berfluktuasi, namun produksinya tetap surplus menurut angka sementara tahun 2020 produksi beras yang dicapai sebesar 246.282 ton dengan kebutuhan 77.169 ton sehingga swasembada/surplus beras sebanyak 169.113 ton.

Namun, dalam upaya membangun pertanian Kabupaten Sergai bersinergi dengan berbagai pihak, baik dari sisi pendanaan maupun pendampingannya. Salah satu upaya yang dilakukan membuat kesepakatan bersama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provsu yang sudah ditandatangani pada tanggal 16 Juli 2021.

“Saya mintakan kepada UPT terkait untuk menindaklanjuti poin-poin yang tercantum dalam kesepakatan bersama diantaranya, penelitian dan pengembangan tanaman perkebunan tanaman pangan dan hortikultura,” bilangnya.

BACA JUGA:  Tinjau Vaksinasi Massal di Medan, Ini Kata Kapolri dan Panglima TNI

Selain itu, pendampingan dan penerapan atau pengembangan teknologi pertanian dan sosialisasi inovasi teknologi pertanian serta kegiatan lain yang dapat dikerjasamakan.

Bahwasanya panen perdana kegiatan hilirisasi inovasi teknologi pertanian padi diDesa Pulau Gambar ini merupakan salah satu bentuk kesepakatan bersama antara Pemkab Sergai dengan BPTP dalam penelitian dan pengembangan tanaman pangan di Kabupaten Sergai seluas 10 hektar.

Tentunya, diseminasi kegiatan berupa demplot penelitian dan pengembangan tanaman pangan oleh BPTP dapat menghasilkan inovasi teknologi yang sesuai dengan spesifik lokasi sehingga dapat dengan mudah disebarluaskan dan diterapkan kepada petani di Sergai.

“Melalui berbagai metode penyuluhan oleh OPD yang membidangi sehingga semakin banyak petani di Sergai yang mau merubah perilaku dan sikap dalam usaha tani,” sebutnya.

Darma Wijaya pun berharap kesepakatan ini tetap dilanjutkan agar semakin banyak inovasi teknologi yang dapat diterapkan oleh petani dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan produksi pertanian yang mendukung percepatan pencapaian target dan program pertanian di Kabupaten Sergai.

BACA JUGA:  Tinjau Vaksinasi Massal di Medan, Ini Kata Kapolri dan Panglima TNI

Sementara kepala BPTP Sumut, Khadijah El Ramija mengatakan kegiatan ini merupakan dana anggaran tambahan pemulihan ekonomi nasional karena Kabupaten Sergai salah satu kabupaten yang diutamakan dalam setiap kegiatan BPTP untuk mendukung teknologi pertanian.

Seperti di Desa Pulau Gambar ini, diseminasi inovasi teknologi yang digunakan antara lain ada tiga model tanam yakni hajar legowo 2:1, 4:1 dah Tegel.

Sedangkan tiga varietas benih padi dengan kualitas inpari 30, inpari 32 dan Mekongga pemupukan sesuai rekomendasi analisa tanah dengan perangkat uji tanah sawah (PUTS) dan pengendalian hama terpadu, pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kadis Pertanian Provsu, Ir. Dahler, M.MA, Kadis Pertanian Sergai, Dedi Iskandar, SP, MM, Camat Serba Jadi, Mulyani, SE, Kasatpol PP Sergai Drs Fajar Simbolon, M.Si, para petani dan lainnya. (*)

 

Reporter : Edi Prayitno
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Jelang Nataru, TPID dan Satgas Pangan Langkat Gelar Rakor

Editor prosumut.com

Wali Kota Hadiri Baksos Pengobatan Massal Brimob Binjai

Editor prosumut.com

Bupati Sergai Pantau Titik Pos Pam Lebaran

admin2@prosumut