Prosumut
Umum

Kepala Daerah Wafat Sebelum Dilantik, RE Nainggolan: Pukulan Bagi Sumut

RE Nainggolan

EPAPER

PROSUMUT – Untuk ketiga kalinya dunia politik dan pemerintahan Sumatera Utara kembali berduka. Wali Kota Binjai terpilih, Juliadi, meninggal dunia Selasa malam setelah terkena Covid-19 dan sempat dirawat di RS Bunda Thamrin, Medan.

Sebelumnya, dua kali berturut-turut Wali Kota terpilih Pematang Siantar juga wafat sebelum sempat mulai menjabat.

“Ini jelas duka yang memukul tidak saja warga di kota tersebut, dalam hal ini Binjai dan Pematang Siantar, tetapi juga Sumatera Utara bahkan Indonesia secara keseluruhan. Beliau-beliau itu terpilih tentu karena menjadi tumpuan harapan masyarakat. Dipercayai pemilih,” kata tokoh masyarakat Sumut, Dr RE Nainggolan, MM saat ditanyakan pendapatnya tentang fenomena itu, Rabu 10 Februari 2021 di Medan.

BACA JUGA:  Longsor di Parapat, PSI Sumut Minta Pemerintah Sasar PT TPL

Diingatkannya, semua kepala daerah terpilih adalah hasil dari sebuah proses yang sangat mahal sekaligus terhormat.

“Ongkos demokrasi langsung itu sangat besar. Baik dari segi biaya, maupun waktu dan perhatian. Secara khusus kita bahkan menempuh risiko di tengah pandemi Covid-19. Mengapa kita lakukan? Karena itu cara yang paling rasional untuk tetap menjunjung tinggi kedaulatan rakyat sekaligus memastikan keberlanjutan pemerintahan yang legitimate. Dalam demokrasi, rakyat yang memilih pemimpinnya,” katanya.

Dalam kaitan itu, Sekdaprovsu 2008-2010 yang juga pernah menjadi Bupati Tapanuli Utara itu mengatakan kepergian mendadak seperti itu terasa memukul dan mengguncang.

BACA JUGA:  Longsor di Parapat, PSI Sumut Minta Pemerintah Sasar PT TPL

“Yang sangat kehilangan bukan saja keluarga, tetapi pendukung dan masyarakat yang memilih dan menaruh harapan padanya,”termasuk masyarakat secara umum,” ungkapnya.

Pada bagian lain, dia menyampaikan harapan agar Wakil Wali Kota terpilih, baik di Binjai maupun di Pematang Siantar mampu melanjutkan kepemimpinan, tetap berpegang teguh pada visi dan misi mereka sebagai pasangan dulunya.

“Mereka kini mengemban tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sebelumnya. Harus memastikan semua bisa bersatu padu, segenap komponen masyarakat di sana tetap kompak dan sinergis, bertekad mendengar dan menindaklanjuti aspirasi, dan sekuat tenaga memenuhi harapan para pemilih dan seluruh warga kota,” sebut RE.

BACA JUGA:  Longsor di Parapat, PSI Sumut Minta Pemerintah Sasar PT TPL

Tokoh masyarakat yang masih aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan itu mengaku optimis, para wakil wali kota terpilih yang pada saatnya nanti akan dilantik menjadi wali kota, akan mampu memosisikan dirinya sebagai pemimpin bagi semua, berlaku adil, dan menempatkan kepentingan warga kota yang dipimpinnya di atas kepentingan pribadi atau golongan. (*)

 

Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Tiga Rumah Terbakar di Stabat

Ridwan Syamsuri

Mei 2019, TPK di Sumut Turun 9,38 Poin

Editor prosumut.com

Listrik di Medan Sempat Padam Beberapa Jam, Ini Sebabnya

Editor Prosumut.com