Prosumut
Kesehatan

Pelanggar Prokes Bisa Disanksi Pidana

EPAPER

PROSUMUT – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi kembali mengeluarkan Surat Edaran tentang antisipasi peningkatan Covid-19 di daerah dan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes).

Surat tersebut bernomor 360/1076/2021 yang ditandatangani pada tanggal 7 Februari 2021.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, dalam surat itu seluruh komponen masyarakat diminta untuk memutus transmisi dan menekan penyebaran Covid-19 dengan cara sosialisasi dan melaksanakan gerakan 5 M.

Yaitu, memakai masker dengan benar, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak minimal 1 meter, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Selanjutnya, daerah diminta melakukan operasi serentak disiplin protokol kesehatan Covid-19 secara masif di wilayah masing-masing, serta mendorong lebih aktif peran camat dan  kepala desa termasuk dukungan fungsi Puskesmas dalam pelaksanaan 3T (testing, tracing dan treatment).

BACA JUGA:  Akhirnya, Bayi Kembar Adam dan Aris Pulang Kampung

Aris mengatakan, dalam Surat Edaran ini, Gubsu juga menyinggung tentang belum diizinkannya pembelajaran secara tatap muka untuk dilaksanakan.

Selain itu melihat perkembangan pandemi Covid-19 di Sumut yang masih belum terkendali dan masih tinggi, oleh karena itu daerah diminta agar Surat Gubernur Nomor 420/001/2021 tanggal 4 Januari 2021 dapat dipedomani.

“Apabila dalam perkembangannya terjadi penurunan kasus Covid-19 secara signifikan dan atau telah terpenuhi indikator-indikator untuk pengendalian pandemi Covid-19 di Provinsi Sumut. Kemudiansetelah dilakukan verifikasi oleh Tim Monitoring dan Evaluasi Persiapan Pembelajaran Tatap Muka ke sekoIah-sekolah sesuai dengan panduan SKB Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri  Dalam Negeri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 maka pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan,” paparnya.

BACA JUGA:  Akhirnya, Bayi Kembar Adam dan Aris Pulang Kampung

Di samping itu, kata Aris, Gubsu juga mengatakan, penanggulangan wabah dan penegakkan prokes wajib ditaati setiap warga negara.

Hal ini sesuai Pasal 27 ayat 1 UUD 1945, bahwa warga negara wajib mentaati hukum dan mentaati peraturan dan hukum yang ada di Indonesia dan juga beberapa peraturan/ketentuan yang harus dipatuhi bersama.

“Dalam UU Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular, dalam Pasal 14 ayat 1 bahwa barang siapa dengan sengaja menghalangi penanggulangan wabah diancam selama-lamanya pidana 1 tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp1 juta,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Akhirnya, Bayi Kembar Adam dan Aris Pulang Kampung

Kemudian, sambung Aris, pada Pasal 14 ayat 2 disebutkan, barang siapa yang karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan diancam pidana selama-lamanya 6 bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp500 ribu.

“Selain itu, UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang karantina kesehatan Pasal 93 disebutkan, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraannya sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat dipidana 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100 juta,” terangnya. (*)

 

Reporter : Rayyan Tarigan

Konten Terkait

Pertemuan Ilmiah Perdoski Rekomendasi Majukan Kesehatan

admin@prosumut

Sudah 6.129 Kasus Covid-19 di Sumut

admin2@prosumut

Pemda Gabungan di Sumut Semprot Disinfektan Secara Massal di Medan

admin2@prosumut