Prosumut
Ekonomi

Ini Catatan BPS Terkait Pertumbuhan Ekonomi 2020 di Sumut 

EPAPER

PROSUMUT – Pertumbuhan perekonomian Sumatera Utara (Sumut) tahun 2020 yang diukur  berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp811.282,84 miliar dan PDRB per kapita mencapai Rp55,18 juta.

Sementara itu ekonomi Sumut tahun 2020 mengalami kontraksi 1,07 persen dibanding capaian tahun 2019 sebesar 5,22 persen. Hal ini dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut, Syech Suhaimi dalam paparan pertumbuhan ekonomi di Sumut Triwulan IV 2020, Jumat 5 Februari 2021.

Dari sisi produksi, sambungnya kontraksi tertinggi dialami oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 12,77 persen.

Dari sisi pengeluaran, kontraksi tertinggi dialami oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 10,36 persen.

“Ekonomi Sumut Triwulan IV-2020 dibanding Triwulan IV-2019 mengalami kontraksi sebesar 2,94 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, kontraksi tertinggi dialami oleh Lapangan Usaha  Transportasi dan Pergudangan sebesar 16,93 persen. Dari sisi pengeluaran, kontraksi tertinggi dialami oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 15,12 persen,” jelasnya.

Sedangkan untuk ekonomi Sumut Triwulan IV-2020 dibanding triwulan III-2020 mengalami perlambatan sebesar 0,05 persen (q-to-q).

Dari sisi produksi, hal ini disebabkan oleh penurunan pada  Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang mengalami penurunan sebesar 2,10 persen.

Dari sisi pengeluaran, disebabkan oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang mengalami perlambatan sebesar 2,59 persen.

Adapun struktur ekonomi di Pulau Sumatera secara spasial tahun 2020 didominasi oleh Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Riau.

Provinsi Sumatera Utara memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto di Pulau Sumatera, yakni  sebesar 24,06 persen, diikuti oleh Provinsi Riau sebesar 21,62 persen dan Provinsi Sumatera Selatan sebesar 13,60 persen.

Suhaimi menjabarkan beberapa peristiwa ekonomi yang terjadi pada periode Triwulan IV 2020 yakni di Desember 2020 terjadi inflasi sebesar 1,56 persen atau year on year (y-on-y). Bila dibandingkan pada Desember 2019, Suhaimi juga menuturkan terjad inflasi yakni sebesar 1,96 persen.

Kemudian realisasi belanja daerah APBD Provinsi Sumut pada Triwulan IV tahun 2020 juga turun sebesar 21,07 persen (q-to-q) dan secara y-on-y juga turun sebesar 53,42 persen.

“Catat ketiga kita yakni realisasi Pengadaan Semen pada Triwulan IV tahun 2020 terjadi kenaikan sebesar 0,61 persen secara q-to-q. Namun, secara y-on-y turun sebesar 5,57 persen,” sebut Suhaimi.

Sedangkan menyangkut jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Provinsi Sumut pada Triwulan IV di 2020 sebanyak 151 kunjungan hal ini juga terjadi penurunan sebesar 45,88 persen secara q-to-q atau secara y-on-y turun sebesar 99,78 persen.

“Sementara itu, dibandingkan Triwulan IV di pengeluaran konsumsi rumah tangga juga menurun terutama pada sektor transportasi, rekreasi dan budaya, serta penginapan dan hotel yang turun tajam. Sedangkan jika dibandingkan dengan Triwulan III-2020, ketiga sektor tersebut naik cukup signifikan serta beberapa sektor pengeluaran naik sehingga terjadi peningkatan pengeluaran konsumsi rumah tangga,” jelasnya.

Dibandingkan Triwulan IV-2019, pengeluaran lembaga non-profit yang melayani rumah tangga turun terutama pada organisasi sosial.

Namun, meningkat jika dibandingkan Triwulan III-2020 dikarenakan adanya Pilkada, Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

“Dibandingkan Triwulan IV-2019, pengeluaran pemerintah naik karena adanya bantuan sosial penanganan Covid-19 dan bantuan bencana banjir di beberapa daerah Sumut. Namun, terjadi penurunan jika dibandingkan Triwulan III-2020 karena bantuan sosial menurun,” imbuhnya.

Sementara itu, ekspor dan impor Triwulan IV-2020 turun jika dibandingkan triwulan IV-2019 karena masih adanya dampak pandemi Covid-19.

Kelompok komoditas ekspor yang turun yaitu industri minuman. Sedangkan impor yang turun yaitu industri minuman, peternakan, dan barang modal.

Jika dibandingkan Triwulan III-2020, ekspor meningkat terutama pada kelompok komoditas peternakan dan kelompok komoditas industri makanan.

“Kami mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Triwulan ke IV di 2020 di Sumut tumbuh sebesar 0,05 persen secara q-to-q sedangkan secara y-on-y Triwulan ke IV ini terkontraksi sebesar 2,94 persen,” pungkasnya. (*)

 

Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Bank Mandiri, Bank Merger Buah Pikiran Habibie

valdesz

Pengamat Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi Sumut 4,65 Persen Sangat Rendah

admin2@prosumut

IHSG Ditutup Anjlok 2,8 Persen

admin2@prosumut