Prosumut
Ekonomi

Tarif Layanan 0.5 Persen, Bukalapak Dukung Ketahanan Bisnis UMKM

PROSUMUT – Demi mendukung ketahanan bisnis pelaku UMKM di tengah situasi pandemi yang masih berlangsung, Bukalapak menghadirkan sejumlah program dan inisiatif yang juga bagian dari realisasi misi Bukalapak – A Fair Economy For All.

Pada awal tahun ini, Bukalapak telah memberlakukan satu tarif untuk layanan Super Seller-nya yaitu sebesar 0.5 persen, sebuah nilai tarif termurah yang diberikan oleh platform e-commerce di Indonesia untuk UMKM.

Rangkaian keuntungan yang bisa dinikmati oleh para pelapak yang berlangganan layanan Super Seller di Bukalapak di antaranya kesempatan untuk menaikkan transaksi hingga 15x lipat dan lebih dipercaya dengan memasang badge Super Seller, gratis ongkir sepuasnya, cashback voucher eksklusif, bonus 5 persen budget promosi, hingga bisa ikutan campaign & flash deal tanpa biaya tambahan.

Super Seller sendiri adalah fitur layanan dari Bukalapak yang dirancang untuk membantu pelapak mendapatkan keuntungan lebih dari berjualan di platform Bukalapak dengan hanya menyisihkan sebagian kecil dari hasil penjualan mereka.

Saat ini, ada lebih dari ratusan ribu pelaku UMKM yang terdaftar sebagai Super Seller di Bukalapak. Layanan Super Seller, berpotensi membantu pelapak menaikkan transaksi hingga 15x lipat.

Selain itu, di awal bulan ini, Bukalapak juga meluncurkan Kontes Pelapak Indonesia, sebuah program spesial yang terbuka bagi para pelaku UMKM di seluruh Indonesia demi membantu meraih keuntungan lebih dari berjualan di Bukalapak.

Melalui berbagai hadiah menarik, yang akan ditentukan berdasarkan pencapaian penjualan seperti bebas biaya layanan Super Seller selama 3 bulan, uang tunai senilai Rp 150 juta untuk 126 pelapak Super Seller maupun yang baru mulai berjualan, serta Grand Prize senilai Rp 500 juta untuk pemenang utama.

Kontes Pelapak Indonesia akan berlangsung 1-28 Februari 2021 dengan rangkaian acara yang diawali oleh sesi edukasi dan pelatihan pengembangan bisnis untuk pelapak melalui online workshop sebelum mulai mengikuti kompetisi. Para pemenang kompetisi akan diumumkan pada tanggal 6 Maret 2021.

VP Marketplace Bukalapak, Kurnia Rosyada menjelaskan bahwa penetrasi pengguna internet selama pandemi semakin mendorong Bukalapak untuk terus mengembangkan platformnya untuk para pelaku UMKM.

“Era pandemi membawa peningkatan jumlah UMKM yang go digital, namun juga menimbulkan sebuah tantangan baru, terutama di area ketahanan bisnis. Hal ini yang ingin kami bantu, dengan menyediakan beragam keuntungan menjadi Super Seller (dengan biaya layanan hanya 0.5 persen), serta fitur-fitur baru seperti fitur Discount Package, tampilan lapak yang baru, hingga Dashboard Analytics untuk memonitor pendapatan dengan lebih mudah dan menampilkan inspirasi pasar, ditambah digelarnya Kontes Pelapak Indonesia, Bukalapak bisa membantu para pelaku usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan kualitas hidup serta berkontribusi mendorong laju ekonomi digital di Indonesia,” ujar Kurnia melalui meeting zoom, Kamis 4 Februari 2021.

Sementara itu, AVP Marketplace Strategy & Merchant Policy Bukalapak, Baskara Aditama mengatakan bahwa di samping memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, menjalankan transaksi sesuai prosedur yang sesuai, serta memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan oleh Bukalapak untuk makin memaksimalkan penjualan, para pelapak juga harus jeli memantau tren pasar.

“Memasuki awal 2021, barang-barang yang berhubungan dengan pandemi masih menjadi pencarian yang populer di Bukalapak, diikuti dengan hobi yang menunjang kegiatan di rumah aja, seperti tanaman hias dan console gaming. Materi seperti inilah yang juga akan dibagikan ke para pelapak Super Seller dalam online workshop sehingga mereka semakin siap mengikuti Kontes Pelapak Indonesia serta memanfaatkan layanan Super Seller dengan makin optimal,” ujar Baskara.

Bersamaan dengan diluncurkannya satu tarif layanan Super Seller 0.5% serta Kontes Pelapak Indonesia, Bukalapak juga mengajak seluruh pelaku UMKM di tanah air untuk menggunakan kesempatan ini dengan cara mulai berjualan di Bukalapak maupun melakukan upgrade menjadi pelapak Super Seller bagi pelaku UMKM yang sudah bergabung di Bukalapak.

“Sesuai komitmen Bukalapak untuk terus mendukung ketahanan serta kapabilitas bisnis pelaku UMKM, kami memiliki sebuah wadah yang bernama Komunitas Bukalapak. Saat ini, tercatat lebih dari 33.000 pelapak dari seluruh Indonesia bergabung di sini dan mereka berkesempatan untuk saling mengenal, berbagai ilmu dan pengalaman, serta mengikuti beragam program peningkatan kapabilitas bisnis yang tentunya sangat berguna sebagai bekal untuk memaksimalkan penjualan di Bukalapak dan berpartisipasi dalam Kontes Pelapak Indonesia,” ujar Ian Agisti, Merchant Community Lead Bukalapak.

Restya Naufal, salah satu pelaku usaha kecil dan menengah yang memanfaatkan platform Bukalapak untuk berjualan mengungkapkan pendapatnya mengenai inisiatif-inisiatif ini. Dikatakannya selama pandemi membawa dampak yang begitu besar bagi seluruh pelaku bisnis, tidak terkecuali kami para pemilik UMKM.

“Karenanya, kami harus semaksimal mungkin memanfaatkan potensi dari platform digital untuk menjaga kelangsungan bisnis kami. Dengan adanya satu tarif layanan Super Seller 0.5 persen ini, ditambah Kontes Pelapak Indonesia, kami merasa mendapatkan semangat dan motivasi ekstra untuk berdagang online karena kesempatan untuk memaksimalkan penjualan di Bukalapak semakin besar,” pungakas Restya. (*)

Reporter : Nastasia
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Meski Inflasi Sumut Rendah Tapi Harga Sulit Dikendalikan

Val Vasco Venedict

H-2 Puasa Harga Komoditas Melonjak

admin2@prosumut

Nilai Tukar AS Hari Ini Jatuh

Editor prosumut.com