Prosumut
Kesehatan

Dinkes Medan Diminta Proaktif Terkait Vaksinasi Covid-19

PROSUMUT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan diminta proaktif terkait program vaksinasi Covid-19. Sebab, sebanyak 40 ribu dosis vaksin Covid-19 sudah tiba di Medan kemarin, Selasa 5 Januari 2020.

Vaksin tersebut kemudian dibawa ke gudang penyimpanan Dinas Kesehatan Sumut dengan pengawalan ketat dari personel TNI/Polri.

“Kota Medan harus menjadi prioritas dalam penyebaran vaksin Covid-19, karena Kota Medan masih zona merah. Dinkes harus proaktif, jangan menunggu. Keselamatan tenaga kesehatan di Kota Medan harus diutamakan,” kata Anggota DPRD Kota Medan, Roby Barus, Rabu 6 Januari 2020.

Diutarakan Roby, mulai saat ini Dinkes Medan harus mendata jumlah tenaga kesehatan secara menyeluruh, terutama yang menangani pasien Covid-19. Hal ini agar semua tenaga kesehatan bisa mendapatkan vaksin.

BACA JUGA:  Kunjungi Bayi Kembar di RSUP HAM, Ini Doa Gubernur

“Dinkes Medan juga diminta untuk mensosialisasikan aplikasi PeduliLindungi, karena aplikasi tersebut berperan untuk mengakses peserta penerima vaksin,” ungkap Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan ini.

Sebab, sambung Roby, dia meyakini belum semua tenaga kesehatan tahu aplikasi PeduliLindungi. “Saya juga baru tahu, jadi sosialisasikan aplikasi itu ke semua tenaga kesehatan,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan memulai vaksinasi Covid-19 pada 14 Januari mendatang.

Tahap pertama, vaksin sebanyak 40 ribu dosis yang baru tiba tersebut akan diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) di 33 kabupaten/kota se-Sumut.

BACA JUGA:  Rumah Sakit Columbia Asia Miliki Lab PCR

“Jadwal kita insya Allah tanggal 14 (Januari) nanti, dan semuanya tenaga kesehatan,” kata Alwi.

Menurut Alwi, 40 ribu dosis vaksin tersebut akan diberikan kepada 20 ribu orang tenaga kesehatan di Sumut. Setiap 1 orang membutuhkan dua dosis atau dua kali suntikan.

“Ini masih tahap pertama, dan akan ada beberapa tahap lagi. Untuk seluruh Indonesia diharapkan 481 juta dosis, karena 1 orang itu (nakes) 2 dosis. Jadi 40 ribu ini untuk 20 ribu orang dulu, nanti akan kita lihat jadwalnya. Kalau dekat, mungkin untuk 40 ribu orang tapi kalau jadwal jauh mungkin kita akan pilih untuk 20 ribu orang,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kunjungi Bayi Kembar di RSUP HAM, Ini Doa Gubernur

Kendati demikian, Alwi mengaku hingga kini belum tahu jumlah vaksin yang akan didistribusikan ke 33 kabupaten/kota. Sebab, pihaknya tidak  dapat mengakses data penerima vaksin yang bersumber dari BPJS Kesehatan dan BPJamsostek.

“Belum tahu alokasinya karena kita sendiri tidak punya akses terhadap peserta siapa saja. Jadi, itu langsung dari pusat nanti di aplikasi PeduliLindungi. Masing-masing kita akan menerima SMS dan akan dapat pemberitahuan apakah kita termasuk yang mendapatkan vaksin atau tidak,” tandasnya. (*)

 

Reporter : Rayyan Tarigan
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Kenali Apa Itu OTG, ODP dan PDP Virus Korona

admin2@prosumut

Begini 3 Kriteria Pemantauan Pasien Kasus Virus Corona

admin@prosumut

Pentingnya Perawatan Fase Gigi Bercampur Pada Anak, Cegah Gigi Berlubang

admin@prosumut