Prosumut
Public Service

Video Penumpukan Pasien BPJS, Ini Kata Kepala RSUD Tanjungpura

EPAPER

PROSUMUT – Kepala RSUD Tanjungpura Kabupaten Langkat, dr Immanuel Pinem angkat bicara terkait video penumpukan pasien peserta BPJS Kesehatan yang heboh di media sosial pada Senin 21 Desember 2020. Ia mengatakan, hal tersebut terjadi karena kesalahan teknis.

Ia menegaskan, rumah sakit milik Pemkab Langkat itu terus mengedukasi dan memberi pelayanan sesuai dengan Prokes covid-19 kepada masyarakat.

“Saat itu ada kesalahan teknis hingga terjadi penumpukan pasien yang mengantre. Namun sekarang, pelayanan sudah normal dengan menerapkan prokes sesuai imbauan pemerintah,” katanya.

Menurutnya, kesalahan teknis terjadi karena rusaknya jaringan internet. Juga karena ada perbaikan ruang pelayanan BPJS.

Akibatnya, pendataan dilakukan manual yang berdampak data peserta BPJS jadi lebih lambat. “Sambil menunggu perbaikan, jadi sistem kerjanya berbeda. Kami pakai manual jadi membuat lebih lambat, dibandingkan kerja komputerisasi yang pastinya lebih cepat,” terang dr.Immanuel.

Buntutnya, masyarakat mengantre semakin mengular panjang. Terlebih pasien rujukan dari sejumlah puskesmas pun meningkat sejak tiga bulan belakangan.

Belum lagi aturan yang ditetapkan BPJS pusat, jadwal antrean hanya dari pukul 08.00 sampai 12.00 WIB saja. Selain itu mewajibkan pasien-pasien rawat jalan, harus diselesaikan administrasinya pada hari itu juga di hari dia mendaftar.

“Kebijakan ini kewenangan BPJS Pusat, jadi kami pihak rumah sakit yang merupakan rumah sakit rujukan type C, hanya mengikuti aturan yang diberikan dan tidak boleh dilangar,” tegasnya.

Namun demikian, pihaknya tetap memberlakukan Prokes kepada peserta antrean, melalui pengawasan petugas Security rumah sakit.

“Petugas Satpam sudah bekerja sesuai SOP menerapkan Prokes, dengan membatasi antrian untuk menjaga jarak,” tegasnya.

Namun dalam pelayanan ini, sebutnya, ada beberapa peserta BPJS yang sedang mengantre merasa tidak nyaman dan protes akibat panjangnya antrian. Ditambah lagi, jadwal antrean bakal berakhir pukul 12.00 WIB.

Jadi diantara meraka ada yang ingin cepat dan tak sabar, dengan menolak dan memaksa kedepan antrian, sehingga membuat berdesakan.

Meski sudah diberikan imbauan berulang kali oleh  petugas Satpam, tidak diindahkan oleh mereka.

“Inilah akar permasalahan adanya video viral tersebut yang meresahkan. Karena imbauan tidak diikuti, membuat petugas di lapangan kewalahan dan terjadinya tumpukan pasien yang berdesakan,” ungkapnya.

Bahkan, bebernya, ada seorang pria peserta antrean mengaku kesal, mendatangi petugas untuk meminta dikembalikan berkasnya, sembari memvideokan desakan-desakan warga.

Ia juga mengeluarkan ancaman akan melaporkan petugas rumah sakit ke pejabat yang dikenalnya.

“Pria itu minta berkasnya cepat dikembalikan, namun petugas kewalahan untuk mengembalikan berkasnya, karena berkasnya sudah dibawah. Belum lagi banyaknya peserta yang juga harus dilayani. Sehingga membuat membuat warga yang antri menjadi marah kepada pria itu,” sebutnya.

Kadis Kominfo Langkat H Syahmadi menambahkan, Pemkab dan unsur Forkopimda selalu menerapkan Prokes, termasuk RSU Tanjung Pura.

“Jadi terkait video itu, akibat kesalahan teknis, bukan unsur kesengajaan atau pembiaran,” tegas Ketua Humas Satgas Covid 19 Langkat itu.

Ia mengajak kepada semua pihak dan seluruh masyarakat Langkat, untuk ikut bekerjasama dan membantu penerapan Prokes, sebagaimana yang tertuang pada Perbup No. 39 tahun 2020, tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum Prokes.

Diantaranya, menjaga jarak, pakai masker dan mencuci tangan pakai sabun. “Hadirnya Perbup ini sebagai bukti Pemkab Langkat serius dalam memberantas pandemic covid 19, demi kesejahteraan seluruh masyarakat Langkat,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Muhammad Akbar
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan Beri Relaksasi Tunggakan Iuran

Editor Prosumut.com

Utang BPJS Kesehatan ke RS di Indonesia Capai Rp19 Triliun

Editor prosumut.com

Stok Blangko SIM di Medan Kosong

Ridwan Syamsuri