Prosumut
Kesehatan

Awas Jangan Kelamaan Duduk! WFH Perlu Pola Hidup Sehat

Dr Vito Anggarino Damay, Junior Doctor Network bersama dr Reisa Broto Asmoro, Juru bicara Covid 19 dan Adaptasi Kebiasaan Baru memberikan pemaparan mengenai awasi penyakit tidak menular untuk tetap produktif dana aman Covid 19.

EPAPER

PROSUMUT – Pola hidup sehat harus tetap prioritas di tengah kebiasaan baru (new normal) yang sedang dijalankan sebagian besar masyarakat pada masa pandemi COVID-19.

Pasalnya, perubahan itu akan justru berisiko jika tidak dibarengi dengan cara yang sehat pula.

Salah satunya duduk dan rebahan terlalu lama saat bekerja dari rumah (Work From Home) atau populer diistilahkan sebagai WFH.

Kebiasaan baru dalam bekerja di rumah ternyata juga bisa memicu berbagai penyakit. Mulai dari penyakit jantung, paru-paru hingga penyumbatan pada pembuluh darah.

BACA JUGA:  Kasus Baru Positif Covid-19 Sumut Melonjak, Tambah 115 Orang

“Duduk terus menerus, dan melihat laptop atau komputer membuat mata bisa capek. Rapat yang dilakukan terus sampai malam, juga dapat menimbulkan stress. Apalagi jika kemudian mengakibatkan kurang tidur. Tensi bisa naik, lalu bisa jadi timbul penyakit pencernaan, penyakit lambung, karena mungkin makan juga tidak teratur,” ujar dr Vito Anggarino Damay, Junior Doctor Network, dalam dialog produktif dengan tema “Awasi Penyakit Tidak Menular untuk Tetap Produktif dan Aman COVID-19” di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin 9 November 2020.

BACA JUGA:  Data Terbaru Kasus Covid-19 Sumut, 5 Orang Meninggal

Dia juga menambahkan, malas bergerak juga dapat mengakibatkan obesitas, dan naiknya kolesterol.

Namun berbagai risiko tersebut bisa dicegah dengan banyak bergerak.

“Kuncinya adalah bagaimana kita bergerak. Kalau kita bergerak, maka imunitas bisa meningkat. Karena imunitas ini terdiri dari sel-sel kekebalan tubuh. Sel-sel kekebalan tubuh ini lancar kalau sirkulasi lancar, maka pompa jantung kita baik,” terang dr Vito.

BACA JUGA:  Viral Bayi Diduga Dicovidkan, Reaktif Belum Tentu Positif

Pemeriksaan kondisi kesehatan tubuh juga tetap perlu dilakukan secara rutin di masa pandemi ini.

“Jadi, kadang-kadang karena kita takut ketularan COVID-19, kita mengabaikan pemeriksaan rutin ke rumah sakit, dan ini memperburuk kondisi kesehatan yang ada. Akhirnya penyakit-penyakit tidak menular lainnya bermunculan,” ungkap dr Reisa Broto Asmoro, Jubir Satgas COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dalam forum yang sama. (*)

Editor: Val Vasco Venedict
Foto: Istimewa

Konten Terkait

Balita Dikabarkan Terserang Flu Singapura, Dinkes Medan Belum Terima Pengaduan

Ridwan Syamsuri

Hasil Test Swab, ASN Pemkab Sergai Positif Covid-19.v

admin2@prosumut

Punya Riwayat Penyakit Pernafasan, Seorang PDP Dimakamkan dengan Standar Covid-19

admin2@prosumut