Prosumut
Politik

ISARAH dan GPII Sumut Sebut Tudingan Ijazah Palsu Bisa Dipidana

PROSUMUT – PW Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH) dan Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Sumut meminta elemen masyarakat jangan asal tuding  Balon Bupati Pakpak Bharat Franch Bernhand Tumanggor berijazah palsu.

“Kami meminta agar elemen masyarakat khususnya di Pakpak Bharat dan masyarakat Sumut umumnya jangan asal menuding seolah-olah Balon Bupati Pakpak Bharat Franc Berhnand Tumanggor berijazah palsu,” kata Ketua PW ISARAH Sumut Abdul Thaib Siahaan dan Sekretaris GPII Sumut Maulana Limbong SSos, MPSi kepada wartawan, Kamis 17 September 2020.

BACA JUGA:  Sekjen DPP Partai Gerindra: RAHMAN Solusi Untuk Masyarakat Binjai

Mantan Presiden Mahasiswa UNIVA ini menjelaskan sebaiknya sebelum melakukan aksi menuding, baik itu mengeluarkan pernyataan di media massa maupun melakukan aksi unjuk rasa kita harus melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada Franc Tumanggor apakah benar yang bersangkutan memang memiliki ijazah palsu atau tidak.

“Sebab tudingan yang sudah disampaikan ke publik atau ke masyarakat jika tidak terbukti bisa berdampak adanya tindak pidana,” kata Abdul.

Karena itu pihaknya dari ISARAH bersama GPII Sumut mengingatkanagar tidak terjebak dalam tindak pidana, sebaiknya jangan asal tuding.

BACA JUGA:  Masyarakat Desa Seibuluh Estate Yakin Menangkan Beriman-Trendi

“ISARAH dan GPII Sumut sudah melakukan klarifikasi langsung kepada Franc Tumanggor dan ternyata beliau tidak benar memilki ijazah palsu, apalagi beliau merupakan Anggota DPRD Sumut yang otomatis ketika mendaftarkan diri sebagai Caleg pada Pemilu 2019 lalu ijazahnya pasti sudah diverifikasi oleh KPU. Banyangkan jarak Pileg dan Pilkada hanya satu tahun dan yang memverifikasi ijazahnya adalah KPU yang sama jadi sangat tidak mungkin adanya ijazah palsu itu,” sebut Abdul kembali.

BACA JUGA:  Cawabup Trendi Silaturahmi ke PD Alwasliyah Sergai

Sementara itu Sekretaris GPII Sumut Maulana Limbong menegaskan elemen masyarakat Ormas, OKP dan Mahasiswa jangan mudah terjebak oleh kepentingan sesaat Pilkada serentak ini, sebab saat ini masing-masing kandidat mencari simpati masyarakat.

“Jangan sampai dengan adanya tudingan ijazah Palsu ini dimanfaatkan oleh kandidat lain dengan menggunakan elemen masyarakat yang sama sekali tidak tahu apa-apa tentang pertarungan Pilkada serentak,  khususnya Pilkada di Pakpak Bharat. (*)

 

Reporter : Iqbal Hrp
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Masyarakat Desa Celawan Inginkan Soekirman Kembali Jadi Bupati

admin002

Menanti 17 April 2019, Pemilu Satu Hari Terbesar di Dunia

Val Vasco Venedict

Kisruh Internal DPD PAN Sergai, Sejumlah Kader Gelar Demo

admin2@prosumut