Prosumut
Politik

Webinar Pilkada di 23 Kabupaten/Kota di Sumut, DR RE Nainggolan: Elemen Gereja Penting Tunjukkan Keberpihakan

PROSUMUT – Institusi Gereja, tokoh-tokoh Kristen, serta organisasi penguat di lingkungan Kristen penting menunjukkan keberpihakan dalam Pilkada di 23 kabupaten/kota di Sumatera Utara pada 9 Desember 2020.

Semua elemen harus bersatu-padu untuk melihat siapa calon pemimpin yang sesungguhnya bisa membawa harapan baik bagi umat Kristen di daerah tersebut.

Kriterianya adalah calon kepala daerah yang cakap, takut akan Allah, bisa dipercaya dan anti suap, Pancasilais dan nasionalis, serta terpenting memberikan perhatian terhadap semua orang tanpa memandang golongan.

“Dalam konteks ini lah maka kita sepakat Gereja tidak boleh lagi alergi terhadap politik. Seringkali kita kecewa terhadap kepala daerah kenapa tidak memberikan perhatian terhadap kita. Karena memang ketika seseorang mencalonkan diri jadi kepala daerah, kita tidak memberikan perhatian kepada dia,’’ ungkap DR RE Nainggolan saat menyampaikan pemikiran akhir dalam webinar bertajuk “Menemukan Kepala Daerah yang Sesungguhnya pada Pilkada Kabupaten/Kota di Sumatera Utara”, Senin 7 Desember 2020 pukul 10.00-13.30 WIB.

Webinar yang diprakarsai DR RE Nainggolan dengan tuan rumah GBI Rumah Persembahan ini menghadirkan 87 peserta, dan dimoderatori oleh senioren GAMKI Sumut, Ronald Naibaho.

BACA JUGA:  Program Paslon Franch-Mutsyuhito Majukan Pendidikan di Pakpak Bharat

Tampil sebagai narasumber Ephorus HKBP Pdt DR Darwin Lumban Tobing, Ephorus GKPS Pdt Martin R. Purba, Ephorus HKI Pdt Manjalo Hutabarat, Ketum PGI Wilayah Sumut Pdt Darwis Manurung, Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu, Ephorus BNKP Pdt DR Tuhoni Telaumbanua, Bishop GMI Kristi Wiliam Sinurat, Ketum Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba, Bishop GKPPD Pdt Elson Lingga, Ephorus GKPA Pdt Togar S. Simatupang, Ketua PGPI Sumut Pdt Samuel Ghozali, Pembina GBI Rumah Persembahan Pdt R Bambang Jonan, Ketum GPI Rev DR MH Siburian, Ketum PGLII Sumut Pdt Daniel Edy Prajitno, Ketua PIKI Sumut John Eron Lumban Gaol, Ketua DPD GAMKI Sumut Landen Marbun, Ketua DPD PWKI Sumut Defriaty Tamba, dan Korwil I GMKI Gito Pardede.

Turut pula memberikan pendapat sejumlah tokoh Kristen Sumut, seperti J.A Ferdinandus, Kombes (Purn) DR Maruli Siahaan, pengacara DR Burhan Sidabariba, Veronica Sitanggang, Erni Simatupang, dan lainnya.

BACA JUGA:  Penundaan Pilkada Akan Menghasilkan Krisis Legitimasi Masif

Tuan rumah Pdt R Bambang Jonan menggarisbawahi pentingnya mengedukasi dan memobilisasi jemaat lewat warta jemaat atau sejenisnya agar berpartisipasi secara aktif pada Pilkada 9 Desember 2020.

Dengan cara itu suara masyarakat Kristen di Sumut akan terlihat secara kentara, sekaligus memberikan warna yang kuat dalam panggung politik lokal.

“Ke depan suara gereja dan warga Kristen akan semakin diperhitungkan karena partisipasi kita yang begitu kuat dalam setiap perhelatan politik,’’ katanya.

Kesatuan Gereja, tokoh-tokoh Kristen, dan organisasi penguatan untuk kelak melahirkan para pemimpin di berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara adalah kerinduan mendalam yang diungkapkan oleh seluruh peserta webinar.

Seluruh peserta sepakat Gereja memiliki tanggungjawab dan harus bersatu-padu dalam mengampanyekan kader terbaiknya untuk ikut dalam perhelatan Pilkada di masa depan.

Mekanisme penjaringan para calon pemimpin daerah yang diusung institusi Gereja dan lembaga penguatan lainnya perlu dikristalisasi dalam satu tim yang dilembagakan, serta diorganisasikan dengan kesepakatan seluruh komponen di dalamnya.

BACA JUGA:  Program Paslon Franch-Mutsyuhito Majukan Pendidikan di Pakpak Bharat

Dari beragam perspektif pemikiran, moderator Ronald Naibaho menyimpulkan sejumlah poin penting dalam webinar yang berlangsung lebih dari tiga jam tersebut.

Pertama, Gereja dan umat Kristen memiliki tanggungjawab konstitusional dalam Pilkada serentak 9 Desember 2020 untuk menggunakan hak pilihnya secara cerdas.

Kedua, Gereja dan organisasi penguatan Kristen berkewajiban memberikan referensi kepada umat Kristen untuk memilih kepala daerah yang cakap, nasionalis, memperhatikan semua golongan, serta anti-suap.

Ketiga, lembaga Gereja harus terlibat langsung dalam melakukan studi, pemetaan (mapping) agar masyarakat memiliki referensi untuk memilih pemimpin yang terbaik untuk daerahnya.

Keempat, seluruh lembaga penguatan Kristen seperti PGI, GAMKI, GMKI, PWKI, dan PIKI yang memiliki cabang di seluruh kabupaten/kota di Sumut melakukan pertemuan dengan calon-calon kepala daerah dengan koordinasi KPU setempat.

Dan terakhir, institusi Gereja dan lembaga penguatan Kristen harus mengambil peluang untuk menghadirkan calon perseorangan yang merupakan kader Gereja terbaik agar tampil sebagai pemimpin daerah di masa depan. (*)

Editor : Val Vasco Venedict

Konten Terkait

Terus Bertambah, Jumlah Petugas Meninggal Demi Pemilu Capai 336 Orang

admin@prosumut

Sowan ke Beberapa Parpol, Soekirman Berharap Banyak Pesaing

Ridwan Syamsuri

KPU Binjai Audiensi ke Polres, Jumlah TPS Bertambah

admin2@prosumut