Prosumut
Umum

Menjaga Pantai Barat Sumut, Komantab dan Upaya Pelestarian

PROSUMUT – Menjaga pantai barat Sumatera Utara (Sumut), begitu nama komunitas ini dikenal dan mengampanyekan diri sebagai anak-anak muda yang peduli kelestarian di kawasan tepi laut sampai ekosistem yang ada dan hidup di dalamnya.

Gerakan seperti ini mungkin akan menjadi catatan penting sejarah kemaritiman, ketika Indonesia yang punya kawasan laut begitu luasnya, justru kesulitan mendapatkan ikan segar. Semuanya bisa saja berawal dari ketidaksadaran banyak orang tentang menjaga laut, menganggap laut punya sumberdaya yang tidak berbatas.

Mereka menyebut diri dengan nama Komunitas Menjaga Pantai Barat atau Komantab. Peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2020, yang baru saja lewat, mereka gelar di kawasan Pantai Poncan Gadang, Kota Sibolga dengaan segala kemeriahan para pentonton dan undangan yang hadir saat upacara bendera.

Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI dengan mengibarkan bendera dari dalam laut sudah beberapa kali dilakukan Komantab di perairan itu. Tujuannya adalah menjaga lestari lingkungan hingga berkampanye agar masyarakat menyadari pentingnya gerakan ini dilakukam bersama.

BACA JUGA:  Pelaku Perusakan Mobil Saat Demo Omnibus Law Ditangkap

Seperti dikatakan Ketua Komantab, Damai Mendrofa, bahwa pengibaran bendera Merah Putih merupakan puncak dari acara pada momentum saat itu. Hari sebelumnya, ia dan ratusan peserta telah berada di Pulau Poncan Gadang untuk berkemah dan menggelar berbagai acara menyambut hari kemerdekaan.

Tak hanya sekedar kemping, Damai menjelaskan bahwa mereka juga berdiskusi tentang lingkungan, beraksi membersihkan pantai, mementaskan kesenian bela diri, hingga lomba permainan rakyat. Bahkan beberapa kali, tanpa ada momentum besar seperti HUT Kemerdekaan RI, mereka juga telah mengampanyekan tentang penyelamatan Penyu.

Ada juga kampanye meminimalisir penggunaan plastik, ekspedisi Bunga Bangkai, penanaman pohon, hingga berbagai aksi bersih-bersih. Muaranya tidak lain adalah berkampanye untuk upaya perlindungan kawasan Pantai Barat Sumatera Utara.

BACA JUGA:  Libur Akhir Pekan Ini, Cek Tiket Diskon di Pay Day!

“Apa yang kami lakukan adalah komitmen kami menjaga kelestarian lingkungan hidup, khususnya ekosistem laut di Pantai Barat,” ujar Damai.

Namun upaya mereka tentunya sangat perlu dukungan semua pihak, terutama pemerintah sebagai pemegang amanat regulasi. Segala aturan ada di sana, termasuk bagaimana seharusnya negara melindungi wilayahnya, menjaga kawasan kekuasaannya hingga menjamin ketersediaan sumber daya alam untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.

Sibolga dalam hal ini adalah Kota di Sumut yang aset utama rakyatnya adalah laut dan kekayaan di dalamnya. Menjaga ekosistem berarti menjaga laut, yang akhirnya menjamin keberlangsungan makhluk hidup serta memberikan manfaat bagi masyarakat, para nelayan tradisional yang menggantungkan hidupnya dari hasil melaut.

Jika itu dirusak, maka ritme kehidupan sosial masyarakat di kawasan pantai barat Sumut tentu bisa terganggu. Tidak jarang pula kondisi itu memicu konflik di antara warga yang mungkin sebagian merasa ada yang tidak beres.

BACA JUGA:  3 Bocah Hilang Misterius Masih Terus Dicari

Tetapi itu semua bermuara kepada pemerintah, bagaimana regulasi yang ada bisa menjamin atau setidaknya meyakinkan rakyat tentang aturan main di laut. Mulai dari jenis kapal dan alat tangkap, lokasi yang diperbolehkan menangkap ikan sesuai ukuran hingga menegakkan hukum bagi siapa saja yang melanggarnya.

Dengan begitu, upaya Komantab dan masyarakat yang peduli untuk kelestarian lingkungan tidak hanya menjadi isapan jempol belaka. Sebab sekuat apa pun upaya mereka, tetap sangat diperlukan keseriusan pemerintah menegakkan aturan demi keberlangsungan hidup ekosistem laut. (*)

 

Reporter : Iqbal Hrp
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Pangdam I/BB Silahturahmi ke Mapolres Asahan

admin@prosumut

Heboh! Mayat Pemuda Ditemukan di Parit Jalan Besar Tembung

admin@prosumut

Sejumlah Ruas Jalan di Medan Dialihkan

Val Vasco Venedict