Prosumut
Ekonomi

Terdampak Covid-19, Harga Emas Bergerak Tak Tentu Arah

PROSUMUT – Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin menuturkan harga emas dunia belakangan ini bergerak sangat liar dengan fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh perkembangan kasus penyebaran corona.

Sejak ada klaim dari Gilead bahwa telah ditemukan obat yang mujarab untuk mengobati Corona, harga emas menjadi yang sangat dirugikan karena terjadi penurunan harga disitu.

Seiring dengan itu pula, langkah kebijakan banyak negara yang berencana membuka lockdown juga memberikan kontribusi negatif terhadap pergerakan harga emas itu sendiri.

“Harga emas sejauh ini memang masih bertahan dikisaran $1.701 per ons troy. Dan dibulan mei ini harga emas sempat menyentuh level terendahnya dikisaran $1.670-an per ons troy di awal bulan. Perlahan harga emas berbalik mengalami penguatan setelah hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas,” katanya, Selasa 5 Mei 2020.

Demikian pula halnya dengan hubungan antara Iran–AS yang juga kian mendekati kepada kemungkinan perang.

Dan, masih banyak lagi masalah-masalah geopolitik yang bisa saja membuat harga emas mengalami kenaikan.

Harga emas jika mengacu kepada hubungan diplomatic banyak  negara serta kemungkinan tensi perang dagang yang memanas, maka emas harganya masih berpeluang untuk naik.

“Namun jika emas dikaitkan dengan penanganan wabah corona, potensi turunnya lebih besar ketimbang dengan kenaikannya. Jadi bagi investor emas saat ini sebaiknya lebih memilih sikap ‘wait and see’ (menunggu dan melihat). Akan tetapi dalam jangka panjang saya masih meyakini kalau harga emas masih akan berpeluang untuk mengalami kenaikan,” jelasnya.

Ditambahkan Gunawan, jika dirupiahkan harga emas murni nasional saat ini dikisaran Rp 827.000 per gramnya.

Mengalami penurunan dikarenakan terjadi penguatan pada mata uang Rupiah.

Oleh karena itu bagi investor yang membutuhkan cash dengan menjual emas sudah bisa merealisasikan keuntungan.

Tetapi jika ingin tetap menyimpannya juga tidak masalah. (*)

 

Reporter : Nastasia
Editor        : Iqbal Hrp
Foto            : 

Konten Terkait

Musim Mudik Lebaran, Permintaan Premium di Sumut Melonjak 20 %

Val Vasco Venedict

Jemaah yang Berhaji Lebih dari Sekali Dikenakan Biaya Visa Rp7,5 Juta

admin@prosumut

Pandemi, Kinerja Perbankan di Sumut Tumbuh Positif 

admin2@prosumut