Prosumut
Pemerintahan

Sembako Pak Presiden

Oleh : Valdesz Junianto

+++
PAK Jokowi boleh lah saya straight to the point. Daripada mutar-mutar alias rambling yang nantinya malah nggak jelas juntrungannya.

Anda itu kan Presiden RI yang diberikan kewenangan luar biasa. Gunakanlah kekuasaan konstitusional Anda untuk membuat kebijakan agar kehidupan masyarakat lebih mudah.

Sebagai Presiden, Anda kan memiliki kewenangan luar biasa dalam mengatasi pandemi Covid-19. Sehingga tidak perlu turun langsung membagi-bagikan sembako di jalan raya.

Yang saya pahami, fungsi jabatan yang Ada emban masih punya banyak sekali tugas lain yang lebih prioritas untuk diselesaikan.

Apalagi di tengah pandemi virus Covid-19 seperti ini. Jadi tugas bagi-bagi sembako bisa dialihkan kepada pihak lain.

Aksi bagi-bagi sembako ini saya amati setelah kembali ramai di media sosial. Ada yang lewat video viral yang beredar. Tadinya video ini dibagikan oleh kanal YouTube iNews, dan jadi ramai setelah dibagikan ulang oleh warganet.

Saya tonton videonya yang berdurasi 59 detik itu. Pak Presiden sedang bagi-bagi sembako di Bogor, Jawa Barat.

Kalau tak salah Minggu sore 26 April 2020.

Sebelumnya kepada para ojek online dan masyarakat di Jakarta. Mereka juga terima sembako langsung dari tangan Anda.

Semua tindakan itu tentunya tak berdiri sendiri.

Saya yakin pasti sudah Anda pikirkan matang-matang. Juga konsekuensi jika turun ke jalan.

Apalagi Pak Presiden memang hobinya dari dulu suka blusukan.

IMHO, Anda hendak berkirim pesan ke kita semua bahwa Anda sebagai pemimpin hadir secara fisik di tengah-tengah rakyat yang susah.

Tapi bagaimanapun Anda itu seorang pimpinan tertinggi di negeri ini. Sulit menghindari munculnya keramaian spontan dari masyarakat di titik Anda datang.

Padahal sekarang sesuai kebijakan Anda juga, kita sedang menerapkan jaga jarak alias physical distancing.

Lha, bagaimana mau physical distancing kalau orang-orang berebut berkerubung?

Baiknya Pak Presiden berpikir soal kebijakan yang besar-besar saja. Urusan bagi-bagi sembako serahkan ke staf di bawah.

Pak Presiden masih memerlukan energi yang ekstra untuk mengurus soal-soal besar yang membentang di depan.

Pandemi Covid-19 ini ibarat kejuaraan maraton. Pemerintah harus pintar-pintar main strategi nafas panjang.

Dari mulai memutus rantai pandemi sampai memulihkan semua sektor yang hancur dan morat-marit.

Yang urusannya bagi-bagi begini mbok jangan malah bikin repot, Pak! (*)

Konten Terkait

Wali Kota Bantu Penggali Kubur, Bilal Mayit dan Anak Yatim

admin2@prosumut

Destry Damayanti Segera Menjadi Deputi Gubernur Senior BI

admin@prosumut

Usai Diambil Alih Pemko Medan, Gedung Warenhius Dibersihkan

admin@prosumut