Prosumut
Pemerintahan

Berkontribusi Untuk Negeri Melalui Sensus Penduduk 2020

Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan pernah menyatakan bahwa sekarang ini data adalah jenis kekayaan baru bangsa, bahkan lebih berharga daripada minyak. Pernyataan tersebut bukanlah tanpa dasar, sebab di era teknologi digital sekarang ini ketersediaan informasi atau data menjadi suatu keharusan.

Tanpa data, pemerintah tidak mempunyai dasar acuan dalam merumuskan suatu perencanaan dan kebijakan. Gojek, Bukalapak, dan Tokopedia adalah contoh perusahaan digital raksasa yang sudah terbukti berhasil memanfaatkan Big Data dalam melahirkan kebijakan-kebijakan yang efektif dan inovatif untuk mengembangkan perusahaannya.

Semakin masifnya pemanfaatan data tersebut juga mendorong Pemerintah untuk terus berinovasi dalam menyediakan data yang berkualitas dan terbarukan. Caranya adalah dengan mengkolaborasikan metodologi pendataan yang tepat dan memaksimalkan peran teknologi informasi untuk mempercepat durasi dan akurasi data. Implementasi nyata dari pemanfaatan teknologi informasi tersebut terlihat dari proses pelaksanaan Sensus Penduduk Online tahun 2020 (SPO2020) yang sedang dilaksanan oleh Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik.

Apa Guna Sensus?

Dasar hukum pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 diatur oleh Undang Undang No 16 tahun 1997 dan PP No. 51 tahun 1999. Pelaksanaan Sensus ini juga sesuai dengan rekomendasi PBB agar setiap negara wajib melaksanakan sensus terkait kependudukan dan perumahan minimal sepuluh tahun sekali. Adapun yang menjadi tujuan umum dari pelaksanaan SP2020 ini adalah untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia.

Lebih dari itu, kegunaan sensus penduduk itu sekaligus juga dijadikan sebagai dasar kajian, analisa dan evaluasi pembangunan dalam berbagai bidang. Sebagai contoh, hasil Sensus Penduduk tahun 2010 yang lalu di Provinsi Sumatera Utara mengungkapkan bahwa ternyata persentase rumah tangga yang tinggal di rumah milik sendiri masih mencapai 67,17 persen.

BACA JUGA:  Patung Pahlawan Nasional Letjen Jamin Ginting Diresmikan

Sedangkan yang tinggal di rumah sewa/kontrakan mencapai 16,86 persen, dan yang tinggal di rumah dengan status rumah dinas/bebas sewa mencapai 15,97 persen. Bagaimana dengan kondisi tahun 2020? Apakah proyek pembangunan “sejuta unit rumah murah” yang digarap pemerintah sejak tahun 2015 telah membuahkan hasil? Mari kita tunggu hasil sensus penduduk tahun ini.

Berbeda dengan pelaksanaan sensus sebelumnya, kali ini pelaksanaan sensus penduduk dilakukan dengan metode kombinasi. Metode ini menggunakan data registrasi yang relevan dari Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil sebagai modal awal pencacahan (prelist) dan kemudian diperbaharui sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Metode ini sekaligus menjadi solusi atas perbedaan data kependudukan antara Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil dengan Badan Pusat Statistik yang selama ini kerap terjadi.

Contoh perbedaan data yang dimaksud misalnya jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2018 versi Dirjen Dukcapil adalah 263,9 Juta jiwa. Sedangkan data hasil proyeksi jumlah penduduk Indonesia versi BPS adalah 264,2 juta jiwa. Ini berarti bahwa ada selisih jumlah penduduk sekitar 300 ribu jiwa. Perbedaan data ini tentu menjadi masalah bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan serta membuat gamang para stakeholder terkait data yang mana hendak dipakai.

Berkaca dari kondisi tersebut, kegiatan SP2020 ini sekaligus bisa menjadi momentum agar setiap kementrian dan lembaga pemerintah melepaskan ego instansi dan bersatu membangun bangsa demi tercapainya satu data kependudukan Indonesia.

BACA JUGA:  Dubes AS dan Mendag Zulhas Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi

Kapan disensus?

Ada tiga tahapan pengumpulan data dalam sensus yaitu: Sensus Penduduk Online (SPO) dilaksanakan pada 15 Februari – 31 Maret 2020, Sensus Penduduk Wawancara (SPW) yang dilaksanakan pada 1-31 Juli 2020, dan Pencacahan Sampel di bulan Juli 2021. Pelaksanaan SPO 2020 ini merupakan terobosan baru dari BPS untuk menyasar responden yang selama ini tidak “tersentuh” oleh petugas sensus.

Kelebihan lain dari SPO 2020 ini adalah masyarakat secara mandiri dapat melakukan pengisian data kapan dan dimana saja, selama periode pelaksanaan Sensus Penduduk Online masih berlangsung. Tujuan lain dari SPO 2020 ini adalah untuk membangun budaya baru di masyarakat terhadap arti dan pentingnya data, dimulai dari keperdulian terhadap data pribadi.

Masyarakat juga dilibatkan sebagai subjek dalam proses bisnis pengumpulan data. Kondisi ini juga didukung oleh tingkat literasi masyarakat terhadap teknologi informasi yang semakin baik. Menurut sumber data yang diperoleh dari Kemenkominfo, bahwa pada tahun 2020 hampir semua desa di Indonesia sudah tersedia jaringan internet. Sensus online ini juga menjadi wadah edukasi masyarakat mengenai pentingnya teknologi serta memberikan pilihan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam sensus.

Partisipasi adalah kunci

Pelaksanaan SP2020 ini tentu bukan tanpa hambatan, masih rendahnya kualitas data registrasi penduduk dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kerahasiaan data menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah untuk memastikan setiap persoalan tersebut bisa teratasi. Selain itu, belum semua wilayah di Indonesia dapat dijangkau dengan internet, sehingga pencacahan dari pintu ke pintu masih menjadi pilihan yang relevan untuk menghasilkan data kependudukan yang lengkap dan akurat.

BACA JUGA:  Patung Pahlawan Nasional Letjen Jamin Ginting Diresmikan

Terkait keamanan dan kerahasiaan data Sensus Penduduk online 2020, masyarakat tidak perlu kuatir sebab BPS telah menggandeng Badan Siber dan Sandi Negera (BSSN) beserta ahli teknologi informatika dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Kesuksesan Sensus Penduduk 2020 tidak hanya menjadi tanggung jawab Badan Pusat Statistik, akan tetapi menjadi tugas bersama setiap elemen bangsa. Oleh karena itu, perlu dukungan penuh dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk berkolaborasi menyukseskan Sensus Penduduk 2020.

Berkontribusi untuk Negeri bisa dilakukan mulai dari hal yang sederhana, misalnya dengan mengisi secara mandiri data sensus penduduk online di laman https://sensus.bps.go.id/. Caranya mudah, cukup siapkan kartu keluarga, dan nomor buku/akta nikah.

Ikuti panduan pengisian, jika sudah yakin dengan kebenaran isi data anda, kemudian klik tombol kirim. Jangan lupa unduh bukti bahwa anda telah mengisi Sensus Penduduk Online 2020. Jika anda terlewat atau tidak bisa mengakses Sensus Penduduk Online, tenang saja karena anda akan tetap tercatat dalam pelaksanaan Sensus Penduduk Wawancara pada Juli 2020. Berikan jawaban dengan jujur dan benar kepada petugas sensus. Karena jawaban anda menentukan masa depan bangsa. Partisipasi seluruh warga indonesia adalah kunci utama berhasilnya pelaksanaan SP2020. Anda tercatat, data akurat!. Ayo, bantu kami mencatat Indonesia. (*)

Konten Terkait

Satu Unit PCR Diserahkan Sofyan Tan ke RS USU

admin2@prosumut

Penutupan Ruas Jalan di Medan, Pengamat: Dasarnya Apa?

admin2@prosumut

Pidato Presiden Jadi Motivasi Pemkab Langkat Sejahterakan Rakyat

Editor prosumut.com