Prosumut
Kriminal

Resmob Kepri Gerebek Rumah Penampungan TKI Ilegal

PROSUMUT – Intel Resmob Polda Kepri menggerebek sebuah rumah di kawasan Batu Aji Kota Batam, Rabu 12 Februari 2020.

Penggerebekan yang dilakukan atas informasi dari masyarakat itu bermula dari adanya laporan tentang persembunyian terduga pelaku penculikan anak. Penyelidikan pun membuahkan hasil.

“Awalnya ada informasi bahwa pelaku penculikan anak, bersama dengan korbannya dari Jakarta Utara dibawa ke Kota Batam. Setelah dikonfirmasi ternyata benar ada laporan polisi di Jakarta Utara. Saat dilakukan penggerebekan, ada 3 orang di dalam rumah itu yang diduga pelaku penculikan anak bersama korbannya berinisial V jenis kelamin perempuan usia 13 tahun,” kata Dansat Brimob Polda Kepri, Kombes M Rendra Salipu, Kamis 13 Februari 2020.

Ketiga orang dimaksud yakni, EB alias Enos (39), PM (19) dan MD (20). Selain mereka, Intel Resmob juga mendapati adanya 7 orang yang diduga sebagai TKI ilegal.

Rencananya, ketujuh TKI ilegal tanpa dokumen resmi itu akan diterbangkan ke Malaysia.

“Kami berhasil menyelamatkan pengiriman mereka. 7 TKI ilegal itu hasil pengembangan,” tambah mantan Kapolres Binjai tersebut.

Oleh Intel Resmob memboyong 10 orang tersebut ke Ditreskrimum Polda Kepri guna penyelidikan lebih lanjut.

Hasil penyidikan sementara, ketujuh TKI tersebut akan dipekerjakan untuk mendapat keuntungan pribadi dari bayaran yang diperoleh oleh korban.

Rencananya mereka akan bekerja sebagai petugas kebersihan atau cleaning servis.

“Dari kegiatan itu, pelaku mendapatkan keuntungan dari agen di Malaysia sebesar 7000 Ringgit Malaysia. Tersangka EB yang berperan sebagai pengurus dan penampung pekerja migran Indonesia ilegal dan sudah dilakukannya selama 2 tahun,” tambah Dir Reskrimum Polda Kepri, Kombes Arie Dharmanto.

Barang bukti yang diamankan berupa 3 paspor, 1 hp, 1 buku tabungan, 4 lembar bukti penarikan uang di ATM dan 2 kartu ATM.

Tersangka penempatan dan pengiriman pekerja migran Indonesia secara ilegal disangkakan Pasal 81 dan atau Pasal 83 UU RI No 18/2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun kurungan penjara ditambah denda Rp15 miliar.

“Sedangkan untuk pelaku penculikan anak dikenakan Pasal 332 ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun,” sambungnya.

Kepada masyarakat di Kepri khususnya Kota Batam, diimbau apabila di lingkungan tempat tinggalnya ditemukan kegiatan atau upaya perekrutan untuk dipekerjakan keluar negeri secara ilegal, hendak segera melakukan koordinasi dan sampaikan informasi tersebut ke aparat terkait. Seperti RT, RW, Lurah dan Bhabinkamtinmas. (*)

Konten Terkait

Serang Petugas Pakai Parang, Mantan Polisi Ini Didor

admin2@prosumut

Korupsi Dana BOS, Mantan Kepsek Divonis 2 Tahun

Ridwan Syamsuri

Pulang Tarawih, Istri Wartawan Dirampok

Ridwan Syamsuri