Prosumut
Media

Pidato di Puncak Hari Pers Nasional 2020, Jokowi Bicara Lantang soal Regulasi Platform Digital

PROSUMUT – Presiden Jokowi menghadiri acara Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), kemarin.

Jokowi bicara banyak. Ada yang serius, ada yang sambil berkelakar. Salah satunya Jokowi mengaku selalu gugup dan gagap kalau ketemu insan pers.

Jokowi tiba di Kantor Pemprov Kalsel, Banjar Baru, sekitar Pukul 09.20 WITA. Ia langsung disambut Gubernur Kalimantan Selatan Sabhirin Noor, Ketua Dewan Pers M Nuh, dan Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari.

Pada acara tersebut hadir juga Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menkominfo Johnny G Plate. Selain itu, ada juga Menkum HAM Yasonna Laoly, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar.

Saat memberi sambutan, Jokowi mengaku kapok pernah tidak hadir dalam peringatan HPN.

“Pernah satu kali saya tidak hadir, namun saya kapok. Makanya saya bela-belain untuk hadir tahun ini,” kata Jokowi disambut tepuk tangan hadirin.

Di tengah kesibukannya, kata dia, tidak mudah untuk hadir dalam setiap kegiatan. Kali ini pun, ia terpaksa berbelok dulu ke Banjarmasin sebelum melakukan kunjungan kenegaraan ke Australia.

Jokowi punya alasan khusus kenapa harus selalu hadir di acara HPN.

“Ke manapun saya pergi yang selalu ikut bersama saya adalah para wartawan. Menteri kadang-kadang enggak ikut, tetapi wartawan pasti ikut,” tuturnya.

Wartawan juga, lanjutnya, yang kerap membuatnya gugup dan gagap.

“Yang mengejar saya sehari-hari, yang menghadang saya untuk doorstop, yang menyebabkan saya kadang-kadang gugup dan gagap karena enggak siap ditanya sesuatu,” seloroh Jokowi.

Kali ini, celotehannya disambut tawa.

“Wartawan adalah teman saya sehari-hari,” imbuhnya. Kali ini, tawa berganti jadi tepuk tangan.

Ketika berhadapan dengan insan pers, istilah benci tapi rindu tak berlaku. Yang ada, selalu rindu.

“Selalu di hati dan selalu rindu,” ucap Jokowi.

Di saat yang sama, Jokowi juga sempat menyinggung soal perlunya regulasi platform digital. Pasalnya, era digital telah membuat dunia pers terjajah.

“Tadi malam saya sudah berbincang dengan para pemimpin redaksi media. Saya minta segera disiapkan draf regulasi yang bisa melindungi dunia pers kita,” tegas Jokowi.

Ia menilai, tanpa regulasi, platform digital dengan bebas meraup iklan untuk meraih keuntungan, bahkan tanpa membayar pajak.

Di sisi lain, dunia pers nasional memiliki aturan yang sangat rinci soal itu. Tanpa ekosistem yang baik akan sulit masyarakat mendapatkan konten berita yang baik.

“Untuk itu diperlukan industri pers yang sehat,” ujarnya lagi.

Setelah itu, Jokowi menyinggung keseriusan pemerintah untuk percepatan pemindahan ibu kota.

Dia memamerkan, desain ibu kota baru yang memenangkan sayembara Ibu kota Negara.

Jokowi menayangkan video desain calon Ibu kota Negara yang berkonsep ramah lingkungan, dekat dengan alam serta modern sejalan dengan kemajuan teknologi abad 21.

Desain tersebut diberi nama Nagara Rimba Nusa oleh pemenang sayembara desain Ibu kota Negara.

Pembangunan, lanjut Jokowi, tidak hanya akan dirasakan oleh daerah yang dipilih yakni Kalimantan Timur.

Daerah-daerah yang dekat dengan ibu kota juga akan dibangun fasilitas-fasilitas pendukung agar mendapat dampak pembangunan.

Termasuk, Kalsel yang menggaungkan diri sebagai pintu gerbang ibu kota baru.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengaku, baru tahu jika posisi antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu ataupun Kotabaru di Kalsel sangat berdekatan.

“Jarak yang dekat ini tentu memudahkan kita untuk mengintegrasikan antar wilayah di Kalimantan khususnya Kaltim dan Kalsel,” tuturnya.

Jokowi juga mengungkapkan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyiapkan lahan seluas 300 ribu hektar apabila dibutuhkan untuk pengembangan ibu kota baru.

“Gubernur ini masih desak terus ke Presiden. Berarti masih belum terima kelihatannya,” ucap Jokowi sembari berkelakar. Gerr… hadirin tertawa.

Termasuk, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menko Polhukam Mahfud MD, dan Menteri LHK Siti Nurbaya.

Jokowi pun berkomitmen mendorong kemajuan wilayah Kalsel sebagai pintu gerbang ibu kota negara yang baru di wilayah Provinsi Kaltim.

Salah satunya dengan membuka wacana pembangunan jalan tol untuk menyambungkan Kalsel dan Ibu kota Negara di Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Saya sudah tanya ke Gubernur Kalsel berapa jam dari sini ke Kaltim jika dibangun jalan tol, kata gubernur 3 hingga 4 jam saja. Bahkan dari Batulicin, bisa tembus 1,5 jam,” bebernya.

HPN tahun ini mengangkat tema besar “Pers Menggelorakan Kalimantan Selatan Gerbang Ibu Kota Negara”.

Dengan tema tersebut, pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mendukung sepenuhnya kemajuan Kalsel menyongsong Ibu Kota Negara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim.

Selain membuka HPN 2020, di Kalsel Jokowi juga meresmikan TPA sampah regional Banjarbakula dan juga meresmikan Hutan Pers Taman Spesien Endemik Indonesia dan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, dalam rangka HPN 2020. Jokowi ikut menanam pohon mersawa (Anisoptera Marginata Korth). (*)

Konten Terkait

Jurnalisme Hanya Beradaptasi, Dulu “Steno” Kini “Google Voice”

Val Vasco Venedict

SMSI Menuju Konstituen Dewan Pers, Ikuti Cek & Verifikasi Administrasi

valdesz

Dewan Pers Siapkan Aturan Baru, Sayapi Media Online

Val Vasco Venedict