Prosumut

Kenapa Terorisme Tak Habis-habis?

Umum

PROSUMUT – 
Semua orang berharap Indonesia bebas dari terorisme. Tapi mau bagaimana lagi?

Bom!!! Ledakan pun kembali terjadi.

Kali ini ledakan bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said, Medan, pada Rabu 13 November 2019 sekitar pukul 08.45 WIB lalu.

Ledakan terjadi di saat Polrestabes Medan sedang melayani masyarakat yang sibuk membuat SKCK untuk keperluan pendaftaran CPNS.

Tanpa menunggu lama, pihak Kepolisian pun sudah berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri.

Pria tersebut bernama Rabbial Muslim Nasution.

Pihak Kepolisian melakukan pemeriksaan dengan berbagai cara untuk mengungkap identitas pelaku. Salah satunya dengan cara pencocokan data e-KTP.

Dilansir Kumparan.com, Rabbial adalah pria kelahiran Medan yang baru berusia 24 tahun.

Awalnya pelaku diketahui sengaja datang ke Mapolrestabes Medan.

Pelaku pun mengenakan jaket ojek online dan sempat ditanya oleh pihak Kepolisian terkait keperluannya.

Pelaku mengaku akan mengurus SKCK. Polisi juga sempat menggeledah pelaku tapi tak ditemukan benda mencurigakan.

Tak lama kemudian, pelaku masuk ke halaman Mapolrestabes Medan lalu meledakkan diri di dekat kantin dan loket SKCK.

Akibatnya sejumlah orang mengalami luka-luka, yakni empat personel polisi, satu pekerja harian lepas, dan seorang lagi dari masyarakat.

Sementara pelaku bom bunuh diri masih diselidiki apakah terkait dengan jaringan terorisme atau murni beraksi seorang diri atau lone wolf.

Banyak netizen yang mengutuk aksi terorisme tersebut.

Bahkan di media sosial Twitter hashtag #BodohnyaAksiTeror jadi trending.

Bicara soal terorisme, sepertinya Indonesia jadi ladang kesuburan bagi gerakan ini.

Bulan Mei tahun 2018 lalu juga pernah terjadi peristiwa penyerangan Mako Brimob.

Penyerang meninggal dan beberapa anggota Polri juga ada yang gugur akibat aksi teror ini.

Setidaknya 5 orang ditangkap di Bekasi, 2 orang tertembak dan 1 tertembak mati. Ditambah lagi dengan peristiwa adanya 2 wanita yang tertangkap dekat Mako Brimob.

Gak selesai sampai di situ. Surabaya juga diserang teror.

Ada 3 gereja yang diledakkan oleh satu keluarga. Malam disusul ledakan di Rusunawa, Sidoarjo.

Ini rentetan kejadian aksi terorisme:

1. Penembakan Pos Polisi Gemblegan 2012
Pelemparan Granat di Gladak 2012
2016
2. Bom Bunuh Diri di Mapolresta Solo
3. Bom Panci Kampung Melayu, 2017
4. Bom di Gereja Surabaya 2018
5. Serangan Mapolda Riau 2018

Jaringan terorisme yang ada di Indonesia pun terbilang cukup besar.

Beberapa waktu lalu, kala Tito Karnavian masih menjabat sebagai Kapolri, beliau pernah menjelaskan usai peristiwa bom Bali terungkap cukup besar.

Dalam jaringan itu ada Markaziyah yang pada saat itu dipimpin oleh Abu Bakar Baasyir.

“Dan di bawahnya dibagi empat Mantiqi regional yang saya sampaikan tadi. Di bawah tiap-tiap Mantiqi, itu namanya Wakalah,” ungkap Tito.

Tito menjelaskan, Mantiqi ibaratnya adalah tingkat gubernur, sedang Wakalah setingkat bupati.

Di bawah Wakalah ada yang namanya Qirdas, setingkat kecamatan. Lalu, di bawah Qirdas terdapat Fiah, yang merupakan kelompok unit-unit kecil.

Selanjutnya, Tito mengatakan jika timnya lalu melakukan operasi-operasi penangkapan setelah peristiwa bom Bali. Di 2009, titik balik dari jaringan Al Jamaah Al Islamiyah.

Setelah Nurdin M Top tertembak mati, maka tokoh-tokoh utamanya pun ikut tertangkap.

Dan hal tersebut yang membuat jaringan ini melemah. Selama 2002-2011, Polri berhasil menangkap 400 orang yang tergabung dalam Al Jamaah Al Islamiyah.

“2009 kita mengalami periode ketika tokoh dari M Top tertembak mati, dan kemudian kita melakukan penangkapan cukup banyak, maka terorisme menurun. Nah disaat terorisme menurun, di tingkat internasional ini muncul kelompok baru di Suriah-Irak, yang bernama ISIS,” ujar Tito.

ISIS merupakan suatu organisasi yang sudah eksis sejak tahun 1999. ISIS ada ketika Abu Muhammad Maqdizi membentuk yang namanya Tauhid wal Jihad di Irak.

Kemudian, diteruskan oleh muridnya yang bernama Abu Mus’ab Az-Zarqawi. Dan diteruskan lagi oleh muridnya, yaitu Abu Bakr al-Baghdadi.

Kemudian Tauhid wal Jihad tersebut, bergabung dalam Al Qaeda. Tito meneruskan, setelah Al Qaeda melemah, mereka pun membentuk organisasi yang bernama Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).

Polri pun mengetahui ada kelompok lain selain Al Jamaah Al Islamiyah, yaitu Tahuid wal Jihad yang dipimpin oleh Aman Abdurahman.

Terorisme seakan jadi momok menakutkan bagi Indonesia. Beberapa stigma pun bermunculan dari kalangan masyarakat dan bahkan anggota dewan.

Banyak yang beranggapan kalau teroris itu dipelihara oleh negara. Namun anggapan ini dibantah oleh BNPT pada 2012 lalu.

Serangan bom di Sri Lanka jadi peringatan buat negara-negara dunia buat terus waspada sama ancaman terorisme.

Kala itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyad Mbai menepis isu yang mengatakan kalau teroris sengaja dipelihara oleh negara agar anggaran yang berasa dari luar negeri bisa terus mengalir.

“Itu hambatan kita nomer satu dalam bekerja. Bagaimana kita sudah kerja masih difitnah seperti itu. Sampai anggota polisi meninggal seperti itu masih difitnah,” tegas Ansyad kepada Okezone.

Padahal pemerintah sudah mengeluarkan Perppu Nomor 1 Tahun 2002 soal Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Namun, terorisme tetap saja terjadi di Indonesia.

Dilansir Cnnindonesia, merebaknya serangan teroris di Indonesia karena ada celah hukum dan Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme.

Hal itu membuat pelaku teror seakan leluasa beraksi dan membahayakan warga serta aparat.

Solahudin selaku pengamat terorisme mengatakan kalau dalam UU Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme belum ada aturan yang dapat menjerat orang atau sekelompok orang, yang mendengungkan terorisme.

Padahal menurut dia, para pelaku propaganda itu juga berperan penting buat memberi semangat pengikutnya melakukan aksi teror. (*)

Source: Opini.id / Foto : Katadata
Editor: Val Vasco Venedict

Konten Terkait

Usai Diperiksa 13 Jam, Eggi Sudjana Ditangkap

Ridwan Syamsuri

Pipa Gas Meledak, 8 Luka dan 2 Balita Tewas

Ridwan Syamsuri

6 Kapolsek Jajaran Polres Langkat Diganti

[email protected]