Prosumut

3 Pelaku Pembunuhan di Labuhanbatu Masih Buron

Kriminal

PROSUMUT – Polres Labuhan Batu dibantu Subdit III Jatanras Reskrimum Polda Sumut masih memburu tiga pelaku pembunuhan terhadap dua warga Labuhan Batu, Martua P Siregar alias Sanjay (48) dan Maraden Sianipar (55). Pasalnya, ketiga pelaku ini ikut terlibat dalam aksi pembunuhan berencana tersebut.

Ketiga pelaku yang diburon adalah Joshua Situmorang alias Jos (20) warga Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu, Rikky (20) warga Kasindir Tiga Balata Pematang Siantar, dan Hendrik Simorangkir (38), security perkebunan PT Amalia, warga Perdagangan, Simalungun.

Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan, ketiga pelaku tersebut memiliki peran berbeda-beda.

Jos berperan mengejar korban Martua dan menikam bagian perut. Selain itu, mengangkat, membawa dan membuang mayat kedua korban ke dalam parit bekoan.

“Pelaku Jos dibayar Rp7 juta. Uang tersebut diberikan setelah menghabisi kedua korban,” ungkap Andi didampingi Kasubdit III Jatanras dan Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Jama Kita Purba dalam keterangan pers di Mapolda Sumut, Jumat 8 November 2019.

Untuk pelaku Rikky, sambung Andi, perannya sebagai eksekutor dan mendapat bayaran Rp7 juta.

Rikky menusuk perut korban Maraden Sianipar sebanyak 4 kali. Rikky juga membacok bagian punggung korban 3 kali dan menusuk bagian bokong 1 kali.

“Sedangkan pelaku Hendrik Simorangkir, perannya membacok kedua korban sampai meninggal dunia. Hendrik mendapat bayaran Rp9 juta,” tandasnya.

Diketahui, Satreskrim Polres Labuhan Batu bersama Subdit III Jatanras Reskrimum Polda Sumut telah menangkap 5 pelaku kasus pembunuhan tersebut.

Dua pelaku ditangkap Satreskrim Polres Labuhan Batu, sedangkan tiga pelaku lagi oleh Subdit III Jatanras Reskrimum Polda Sumut.

Kelima pelaku yang ditangkap adalah Janti Katimin Hutahean alias Katimin alias Jamti Hutahean (42), warga Pasar Nagor Dusun 5 Perdagangan, Simalungun, yang merupakan Humas Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia.

Kemudian, Victor Situmorang alias Pak Revi (55) dan Sabar Hutapea alias Pak Tati (55). Keduanya, warga Sei Siali Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Labuhan Batu, yang merupakan security Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia.

Selanjutnya, Daniel Sianturi alias Niel (40), warga Desa Pardomuan Kasindir, Kelurahan Nagori Kasindir, Kecamatan Jorlang Hataran, Simalungun. Niel juga security Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia.

Terakhir, Harry Padmoasmolo alias Harry (40), warga Jalan Juanda Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Harry merupakan menantu dari salah satu penggarap lahan perkebunan PT Amalia. (*)

Reporter: Rayyan Tarigan
Editor: Iqbal Hrp

Konten Terkait

Rujuk Vonis Bebas Siti Aisyah, Vietnam Desak Malaysia Bebaskan Warganya

Val Vasco Venedict

Kartel Narkoba Pakai Kurir ‘Emak-emak’ & Biro Perjalanan, Terciduk BNN di Dumai

Val Vasco Venedict

Ini Kata Polda Sumut Soal Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes

[email protected]