Prosumut

Geledah Diskotek dan Rumah, Polda Sumut Cari Ini

Hukum

PROSUMUT – Polda Sumut menyisir rumah tersangka yang merupakan pemilik pertambangan ilegal bernisial ST di Kelurahan Pujidadi Kecamatan Binjai Selatan, Jum’at 1 November 2019.

Selain rumah, polisi juga menyisir Diskotek CF di Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang.

Dir Krimsus Polda Sumut, Kombes Rony Samtana membenarkan hal tersebut ketika dikonfirmasi pada Minggu 3 November 2019. Ia menegaskan, kasus tersebut masih bergulir prosesnya. Yakni, penyidikan.

“Belum ada SP3, yang bersangkutan masih status DPO,” katanya.

Namun, sambungnya, upaya penyisiran sekaligus pengendusan itu belum menuai hasil memuaskan. Tersangka yang sudah DPO tak berhasil ditemukan.

“Kita akan tetap cari yang bersangkutan untuk membuat terangnya perkara tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, penyidik Subdit IV/Tipidter Polda Sumut menggandeng Polisi Militer saat 2 tim dipecah menggeledah kediaman mantan Ketua DPD IPK Kota Binjai, Samsul Tarigan dan adiknya Putra Tarigan, Jum’at 12 Juli 2019 lalu.

Langkah ini diambil untuk menghindari potensi konflik di lapangan saat penggeledahan berlangsung.

Selain PM Bukit Barisan, penyidik juga menggandeng puluhan personel Direktorat Sabhara dan Satuan Brimob Polda Sumut yang dilengkapi senjata larang panjang.

Diketahui, pengusaha galian C ilegal, Samsul Tarigan yang sudah mengorek tanah hingga menjadi kubangan di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, mengabaikan atau tidak memenuhi panggilan penyidik Subdit IV/Tipidter Direktorat Reskrimsus Polda Sumut, Selasa 2 Juli 2019 lalu.

Begitu juga saat dilayangkan panggilan kedua, Samsul kembali mangkir.

Akibatnya, pria bertubuh tambun dan berkepala plontos ini akan dijemput paksa oleh polisi. Samsul patut diperiksa karena pengakuan para saksi yang dibawa dari lokasi galian C Ilegal.

Para saksi seperti Tabita boru Ginting selaku tukang catat (mandor), Sarmin selaku operator excavator dan saksi lainnya menyebut, mereka disuruh Samsul Tarigan.

Samsul pun akan dijerat pasal berlapis termasuk UU money laundering (pencucian uang), karena telah mengomersilkan lahan milik negara (PTPN2), untuk memperkaya diri sendiri. (*)

Reporter: Muhammad Akbar
Editor: Iqbal Hrp

Konten Terkait

Aktor Intelektual Penyerangan Novel Bisa Terungkap Tergantung Polri

[email protected]

Lelang Jaga Malam Pasar Halat Diduga Beraroma KKN

Ridwan Syamsuri

Sidang Kilat, Caleg Gerindra Pelaku Pengeroyokan Cuma Divonis 20 Hari

Ridwan Syamsuri