Prosumut

3.002 Perusahaan Lolos dari Pengawasan UPT Disnaker Wilayah I

Hukum

PROSUMUT – Sebanyak 3.002 perusahaan yang tersebar di Medan, Binjai dan Langkat lolos dari pengawasan UPT Disnaker Sumut Wilayah I.

Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan kebakaran pabrik mancis di Ruang Cakra PN Binjai, Selasa 8 Oktober 2019.

Data itu diketahui dalam berkas yang diserahkan saksi dari Kepala UPT Disnaker Wilayah I Medan-Binjai-Langkat, Seveline Rosdiana Butet kepada Ketua Majelis Hakim Fauzul Hamdi didampingi Anggota Dedy dan Tri Syahriawani.

“Jumlah semuanya perusahaan ada 4.662. Yang terawasi 1.660. 1 pengawas mengawasi 60 perusahaan dalam setahun,” bebernya.

Menurutnya, sebanyak 447 perusahaan yang tersebar di Kabupaten Langkat. Namun saat ditanya lebih rinci berapa jumlah perusahaan di Kecamatan Binjai, ia menjawab tak ingat.

Menurutnya, untuk Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat itu yang mengawasi hanya seorang tenaga pengawas. Karena itu, ia menilai, UPT Disnaker Wilayah I kekurangan tenaga pengawas.

Keterangan saksi dinilai majelis hakim tak wajar. “Kalau dipikir-pikir, kami pun kekurangan hakim. Ratusan perkara di sini, tapi hakim sedikit. Ya mau tak mau, harus disidangkan,” ucap majelis.

Kepada saksi, majelis juga menyinggung soal besaran santunan yang ditetapkan untuk diberikan kepada ahli waris. Menurut saksi, ditetapkan setiap ahli waris menerima Rp150 juta.

Namun hingga kini, santunan yang sudah ditetapkan itu tak diberikan PT Kiat Unggul kepada setiap ahli waris. Alhasil, hakim menilai, PT KU dapat memberikan santunan tersebut.

Alasannya, jumlah produksi mancis merek Toke setiap harinya mencapai ribuan unit. Di Langkat saja, ada 3 pabrik rumahannya.

Hakim pun prihatin atas tragedi maut tersebut. Pun hakim prihatin terhadap korbannya.

“Kita yang hidup ini sangat menghargai nyawa. Kalau perusahaan serius, ini sebenarnya bisa saja (menyalurkan santunan),” ujarnya.

Sidang kembali dilanjutkan pada Jum’at 11 Oktober 2019 mendatang. Agendanya masih mendengarkan keterangan saksi dari JPU.

Dalam dakwaan jaksa, ketiga terdakwa masing-masing Dirut PT KU Indramawan, Menejer Operasional Burhan dan Menejer Personalia Lismawarni dijerat dengan pasal berlapis.

Terdakwa Burhan didakwa Pasal 188 Subsider Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 74 huruf d Jo Pasal 18 UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dan atau Pasal 76i Jo Pasal 88 UU No 35/2014 tentang perubahan UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Lismawarni didakwa Pasal 188 atau Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 74 huruf d Jo Pasal 183 UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dan atau Pasal 76i Jo Pasal 88 UU No 35/2014 tentang Perubahan UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Terakhir, Terdakwa Indramawan didakwa Pasal 188 Subsider Pasal 359 KUHPidana dan atau Pasal 183 UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dan atau Pasal 76i Jo Pasal 88 UU No 35/2014 tentang Perubahan UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 62 ayat (1) UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 120 ayat (1) UU No 3/2014 tentang Perindustrian.

Sebelumnya, tragedi maut yang menjadi duka nasional karena menewaskan 30 orang dengan cara terpanggang di pabrik rumahan korek gas, Jalan T Amir Hamzah Dusun IV Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat, Jumat 21 Juni 2019. (*)

Reporter: Muhammad Akbar
Editor: Iqbal Hrp

Konten Terkait

Pelihara Satwa Dilindungi Tanpa Izin, Adil Diadili

Ridwan Syamsuri

Gubernur Edy Tunjukkan Foto Syamsul Hilal di Depan Pendemo

[email protected]

Dituntut 8 Tahun, Terdakwa Pemilik 200 Pil Ekstasi Minta Keringanan

[email protected]