Prosumut

Perusahaan Perkebunan Malaysia Dituding Biang Kerok Kebakaran Hutan

Umum

PROSUMUT – Belakangan ini Pulau Sumatera dan Kalimantan jadi sorotan banyak orang karena mengalami bencana kabut asap dalam taraf bahaya.

Kabut asap tersebut diakibatkan adanya kebakaran hutan dan lahan yang luasnya ribuan hektare dan belum mampu ditangani oleh pemerintah.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Pekanbaru, Riau dinilai sudah cukup parah.

Status Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) bahkan menunjukkan kategori sangat tidak sehat.

Beberapa hari yang lalu, kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru sangatlah tebal.

Bahkan, ia menyebutkan bahwa yang dihirup masyarakat bukan lagi oksigen, melainkan asap karhutla.

Diwartakan, kabut asap sangat pekat di Kota Pekanbaru mengakibatkan masyarakat terdampak Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Pengakuan ini membenarkan fakta yang diungkap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Siti Nurbaya Bakar.

Menurut KLK, ada area hotspot yang memengaruhi 2,8 hektare dari 14.400 hektare perkebunan yang dikelola oleh anak perusahaan PT Adei Plantation and Industry.

Perusahaan perkebunan itu lebih lanjut mengonfirmasi bahwa 4.25 hektare lahan, termasuk area isolasi, telah ditutup untuk investigasi yang sedang berlangsung oleh pihak berwenang Indonesia.

“Hotspot terjadi selama musim kering akut yang tidak biasa di mana hujan hanya tercatat dua dari 60 hari terakhir,” kata KLK dalam sebuah pernyataan, Sabtu 14 September 2019.

Siti juga mengatakan bahwa timnya sedang mengumpulkan data perusahaan Malaysia dan Singapura lainnya yang lahannya juga terbakar.

Siti juga membeberkan perusahaan lain yang jadi biang kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia yang memicu kabut asap.

Perusahaan-perusahaan itu antara lain PT Hutan Ketapang Industri (milik) Singapura di Ketapang, PT Sime Indo Agro (milik) Malaysia di Sanggau, PT Sukses Karya Sawit (milik) Malaysia di Ketapang, dan PT Rafi Kamajaya Abadi (milik Malaysia) di Melawi.

Kasus kebakaran hutan dan lahan ini menjadi pemicu perang kata-kata antara Menteri Siti Nurbaya dan Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Malaysia Yeo Bee Yin.

Menteri Malaysia itu menyebut Indonesia tak bisa menyangkal sebagai pihak yang bertanggung jawab atas bencana kabut asap yang menyelimuti Malaysia.

Namun, fakta baru yang dibeberkan Menteri Siti Nurbaya akan menjadi “tamparan” baginya karena mengabaikan fakta bahwa perusahaan asal negaranya yang menjadi biang krisis kabut asap.(*)

Source: Grid.id / Foto : Republika
Editor: Val Vasco Venedict

Konten Terkait

Korban Tenggelam di Selesai Ditemukan dalam Kondisi Tewas

Ridwan Syamsuri

Anak Krakatau Level Siaga, BMKG Peringatkan Tsunami Susulan

[email protected]

Catat! Tak Ada Pemekaran Hingga Pilpres Tuntas

Val Vasco Venedict