Prosumut

Uniknya Cara Dusun ini Sambut Kemerdekaan RI

Umum

PROSUMUT – Banyak cara dilakukan warga untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Mulai dari memasang bendera, umbul-umbul hingga membangun gapura untuk memeriahkan suasana atau sebagai tanda bahwa rakyat Indonesia bersukacita memperingati hari merdeka Bangsanya, pada 17 Agustus 1945.

Begitu juga dengan lingkungan di Dusun Jalan Perhubungan, Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Memasuki kawasan perkampungan di beberapa dusun disana, akan terlihat ribuan umbul-umbul dipasang, ratusan bendera ditegakkan dan hampir di setiap gang, di bagian depannya, dibangun gapura dari bambu.

Namun ada ciri khas yang tampak dari perkampungan di Desa ini, khususnya di dusun Jalan Perhubungan hingga Jalan Perdamean. Yaitu nuansa adat Jawa, yang ditunjukkan dengan bentuk gapura hingga replika dari Reog Ponorogo yang merupakan satu dari sekian banyak simbol yang ada pada masyarakat ini.

Saat ditemui Senin 12 Agustus 2019 malam, Kepala Dusun 7 (Perhubungan), Selamat tengah bersama warga dan belasan anak muda memasang umbul-umbul serta  bendera di sepanjang jalan yang menghubungkan antara Desa Kolam dan Desa Bandar Setia itu. Sementara di beberapa titik gang, sejumlah warga juga tengah sibuk menyelesaikan hiasan di sekitar gapura untuk lebih memeriahkan lagi suasan desa mereka.

“Terutama kebersihan, kerapihan dan kesejukannya. Khususnya untuk gapura, sudah disiapkan untuk masnig-masing gang. Kita kerahkan anak-anak muda setempat lah,” ujar Selamat.

Selamat pun mengakui, bahwa kemeriahan penyambutan HUT ke-74 Republik Indonesia di Desa Kolam setiap tahun menjadi seperti simbol, betapa masyarakatnya memiliki rasa Nasonalisme yang tinggi. Terbukti dari sekian banyak kampung, dusun mereka masuk nominasi perlombaan dusun terunik se-kecamatan Percut Sei Tuan.

“Memang gapuranya sedikit berbeda. Karena umumnya masyarakat di sini mashi kental dengan adat jawa. Makanya gapura bagian sana kita pasang (replika) Reog Ponorogo untuk ciri khas identitas dusun di sini,” kata Selamat sambil menunjuk ke arah ujung jalan.

Dirinya pun berterimakasih atas tingginya antusias dan kesadaran warga yang punya kemauan sendiri, bergotong royong mendirikan gapura dalam menyambut HUT ke-74 Republik Indonesia. Termasuk mempersiapkan berbagai lomba yang biasa dilakukan pada perayaan hari kemerdekaan Bangsa Indonesia, setiap 17 Agustus.

Seorang tokoh pemuda setempat, Sunaryo yang juga merupakan pemain Reog Ponorogo mengatakan, pendirian gapura hingga menghiasinya dengan memasang replika reog, dilakukan untuk menunjukkan betapa masyarakat di Desa tersebut, secara turun temurun masih menjaga nilai luhur budaya Jawa yang diwariskan para generasi terdahulu.

Dengan aksen bahasa Jawa yang kentara, Sunaryo mengaku hal ini sebagai bentuk rasa cinta terhadap Bangsa Indonesia, dengan dasar Negara, Pancasila. Sebagaimana diketahui, berjarak sekitar 2 kilometer dari tempatnya tinggal, terdapat Tugu Ampera yang menjadi catatan sejarah Kesaktian Pancasila.

Tetapi kemeriahan di dusun itu, akan terasa jelas saat malam hari. Gapura yang didirikan sedemikian rupa, akan terlihat temaram dengan hiasan lampu kerlap-kerlip. Begitu juga pepohonan yang ada di sepanjang jalan tersebut, juga buat gemerlap.

Selamat yang menjabat Kepala Dusun dan Sunaryo sebagai tokoh pemuda setempat, keduanya berharap kemeriahan seperti ini juga dibuat oleh masyarakat di dusun, desa atau kecamatan lain. Meskipun dalam momen kemerdekaan kali ini, mereka harus bersaing dengan yang lain untuk mendapat juara sebagai dusun terunik . (*)

Editor: Iqbal Hrp

Konten Terkait

Pertemuan 4 Mata Kim-Trump Dijadwalkan 20 Menit

[email protected]

Terlihat di Medan, BMKG Prediksi Gerhana Parsial Mulai Pukul 01.42 WIB

Ridwan Syamsuri

Gubernur Edy Minta Taman Dewi Sri Binjai Jadi Contoh Daerah Lain

[email protected]