Prosumut

Tahun Depan Langkat-Karo ‘Tuntas’, Jadi Jalur Wisata Baru

Infrastruktur

PROSUMUT – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berencana menuntaskan pembangunan jalan di jalur Langkat-Karo pada anggaran 2020 mendatang. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah saat menelusuri dan mengunjungi tempat wisata di jalur tersebut.

“Ini jadi satu perhatian kita terutama infrastruktur jalan yang sudah kita lewati, untuk daerah Kabupaten Karo masih ada kurang lebih 2 km lagi badan jalan yang harus diperbaiki. Kita sudah masukkan ini ke anggaran tahun 2020 untuk perbaiki jalan,” ujar Wagub yang akrab disapa Ijeck ini.

Dengan penuntasan pembangunan jalan ini, Ijeck juga melihat potensi pariwisata yang tidak kalah bagusnya dengan Berastagi sekitarnya di Karo. Hal itu dimungkinkan setelah infrastruktur dibangun sedemikian rupa.

“Yang terpenting masyarakat sudah bisa menerima kedatangan tamu-tamu wisatawan dan juga harus menjaga alam kita ini, supaya orang yang datang ke mari dapat menikmati alam dan udara yang segar. Kalau ini terjaga mudah-mudahan ke depan semakin banyak orang datang,” lanjutnya.

Dari perjalanan itu kata Ijeck, Lokasi perhentian di objek wisata Rumah Pohon Habitat menjadi perhatian penting. Terutama kelestarian alam dan hutan yang bersebelahan dengan Taman Nasional Gunung Lowser (TNGL).

“Memang di sini udaranya segar, alamnya bagus. Karena memang di sini hutannya masih terjaga dengan baik,” sebutnya yang melewati lokasi Desa Kutarakyat – Desa Pamah Semelir- Desa Telagah – Desa Rumah Galuh – Desa Namo Ukur – Binjai, akhir pekan lalu.

Pun begitu, Ijeck khawatir akan poteni perusakan hutan yang berada di sepanjang jalur tersebut. Sehingga masyarakat harus dibina dan diajarkan untuk mengembangkan ekonomi pedesaan yang mengandalkan kelestarian hutan.

“Karena saya lihat di pinggiran jalan itu yang memang masih masuk wilayah hutan lindung tapi mulai terbuka, dibuka ladang-ladang dan dibangun juga warung-warung oleh masyarakat. Ini harus ada sosialisasi ke masyarakat dan juga ketegasan kita untuk bisa hutan ini betul betul terjaga. Jadi kita juga harus lebih ekstra menjaga hutan ini,” tambahnya.

Sementara Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Ahmad Effendy Pohan menjelaskan bahwa dari jalur itu, ada ada sekitar 2 km jalan yang rusak, tepatnya di perbatasan antara Desa Kutarakyat, Kabupaten Karo – Desa Pamah Semelir, Kabupaten Langkat.

“Kalau dari batas Kabupaten Karo sampai ke Namoukur itu panjang jalan sekitar 30 km sudah relatif baik. Jadi jalan dari Kutarakyat ke perbatasan Kabupaten Langkat, itu kira-kira ada 9 km. Dan yang rusak itu adalah 2 km. Yang lain (7 km) bisa saya katakan hampir 85%-90% mantap,” sebutnya.

Dengan pembangunan jalan ini, maka di 2020 jalur Langkat-Karo masuk kategori jalan mantap untuk dilalui kendaraan dan menjadi jalur alternatif sekaligus objek wisata andalan Sumut selain Berastagi. (*)

Editor: Iqbal Hrp

Konten Terkait

Pengembangan Pelabuhan Sibolga Tuntas 100 %

Val Vasco Venedict

Perlebaran Jalan Kabanjahe – Berastagi Masih Tertunda

Ridwan Syamsuri

Berganti Nama Bandara Sisingamangaraja XII, Terminal Bandara Silangit Diperluas 5 Kali

Val Vasco Venedict