Prosumut

Untuk 3 Pemain ini Klub di Indonesia Rela Rogoh Kocek Dalam-dalam, Siapa Mereka?

Sepakbola

PROSUMUT – Sepak bola Indonesia dikenal dengan salah satu metode transfernya yang unik, yaitu mendatangkan pemainnya dengan gratis. Namun, tahukah kalian ternyata ada beberapa pemain yang didatangkan dengan biaya mahal. Siapa sajakah mereka?

Liga 1, atau kasta tertinggi sepakbola, dikenal sebagai salah satu liga yang memiliki metode unik dalam mendatangkan para pemainnya. Biasanya, klub-klub asal Indonesia merekrut pemain-pemain yang tidak memiliki klub, alias bebas transfer.

Sebut saja penyerang Persebaya Surabaya, Amido Blade, yang didatangkan oleh Bajul Ijo pada awal musim ini secara cuma-cuma. Padahal penyerang 28 tahun ini merupakan pemain yang cukup mentereng dalam kariernya.

Pernah menjadi andalan klub asal Skotlandia, Celtic FC pada beberapa tahun silam. Dan juga, merupakan pemain jebolan akademi Sporting Lisbon.

Di sisi lain, keunikan transfer klub-klub sepak bola Indonesia juga bisa dilihat dengan durasi kontrak yang diberikan. Umumnya, seluruh pemain, baik asing atau lokal akan mendapatkan kontrak selama satu tahun saja–didalam kontrak ini terdapat pula klausul pemutusan secara sepihak, apabila sang pemain tak kunjung memberikan kontribusi yang berarti.

Sebut saja yang terbaru, Zah Rahan Krangar, yang dilepas oleh Madura United akibat mengalami cedera panjang. Dan kemungkinan penyerang Semen Padang, Karl Max Barthelemy akan bernasib sama.

Namun, apakah kalian tahu, dibalik segala keunikan metode transfer sepak bola Indonesia, ternyata ada beberapa pemain yang didatangkan dengan metode pada umumnya, yakni diboyong dengan mahar atau uang transfer. Siapa saja kah mereka? 

Hariono
Di usianya yang baru menginjak 22 tahun, Hariono sukses menjadi salah satu gelandang yang menjanjikan di masa yang akan datang. Hal inilah yang membuat Persib Bandung rela mengelontorkan sejumlah uang untuk mendatangkannya pada musim 2008/09.

Dilansir dari situs transfer terkemuka, Transfermarkt, Hariono didatangkan oleh Maung Bandung dengan mahar sebesar 100 ribu atau sekitar Rp1,6 miliar dari Deltras Sidoarjo.

Uang yang dikeluarkan oleh Persib nyatanya berbuah manis. Hingga saat ini, Hariono masih menjadi salah satu andalan di lini tengah Maung Bandung.

Dalam kurun tiga tahun terakhir, 2017-2019, Hariono setidaknya mampu tampil sebanyak 10 kali di setiap musimnya bersama Persib di seluruh ajang.

Sergio van Dijk
Namanya sempat menjadi buah bibir kala Van Dijk mengakui secara terang-terangan keinginannya membela Timnas Indonesia. Terlebih, pemain berkepala plontos ini merupakan pencetak gol terbanyak untuk kasta tertinggi sepak bola Australia, Adelaide United kala itu.

Alhasil, Van Dijk pun menjadi buruan klub-klub Indonesia. Beruntung bagi Persib, mereka mampu mendapatkan tandatangan penyerang berdarah Belanda ini.

Pada musim 2012/13, Maung Bandung secara resmi mendatangkan van Dijk dari klub Australia, Adelaide United. Menariknya, Persib harus mengelontorkan dana tak kurang dari 400 ribu euro atau sekitar Rp 6,3 miliar kala itu.

Bersama Persib, Van Dijk tercatat dua kali bergabung dengan klub Kota Kembang ini. Musim 2012/13 dan 2015/16, total tiga musim dirinya mengabdi untuk Persib.

Saat ini, van Dijk tercatat masih menjadi bagian dari salah satu klub amatir Belanda, VV Pelikaan-S. Terbaru, ia dikabarkan sudah memikirkan untuk gantung sepatu dan menjadi seorang pelatih.

Stefano Lilipaly
Stefano Lilipaly, sukses menjadi salah satu bagian yang tak bisa dilupakan dari Bali United dan Timnas Indonesia. Bagaimana tidak, sosoknya di lini tengah, benar-benar memberikan warna tersendiri.

Walau sempat bergabung dengan Persija Jakarta pada musim 2014/15, Lilipaly lebih dikenal sebagai pemain Bali United. Tercatat sejak 2017 lalu, dirinya mengabdi untuk Serdadu Tridatu.

Sama seperti pemain yang sudah disebutkan sebelumnya, Lilipaly didatangkan oleh Bali United dengan sejumlah mahar sebesar 885 ribu euro atau sekitar Rp14 miliar dari klub belanda, SC Cambuur.

Bersama Serdadu Tridatu, pemain 29 tahun ini telah mencatatkan 60 pertandingan sepak bola di seluruh kompetisi dengan catatan 20 gol dan 10 assists. 

Di musim ini, ia telah berkontribusi atas enam gol yang dilesatkan oleh Bali United di seluruh kompetisi. Mulai dari Shopee Liga 1 2019, Kratingdaeng Piala Indonesia, dan Piala Presiden. (*)

Source: Indosport / Foto : BolaSport
Editor: Val Vasco Venedict

Konten Terkait

Fokus Pertahanan, PSMS Jamu Persita di Teladan Sore ini

Val Vasco Venedict

VAR Penyelamat Madrid

[email protected]

Roma Pecat Di Francesco

[email protected]