Prosumut

Megawati Pemimpin Abadi PDIP, Jabatan Ketua Harian & Waketum Cuma Wacana

Politik

PROSUMUT – Megawati Soekarnoputri secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) periode 2019 – 2024.

Dengan begitu, Mega seolah menjadi pemimpin abadi PDIP.

Presiden kelima RI ini menjadi ketua umum (ketum) sejak 1993 ketika partainya masih bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) alias sudah 26 tahun.

Dan Mega akan memimpin lagi sendirian tanpa Ketua Harian dan Wakil Ketua.

“Semua menghendaki secara aklamasi, saya diangkat lagi sebagai Ketua Umum PDIP periode 2019-2024,” tutur Mega dalam jumpa pers pengukuhan dirinya sebagai ketum lagi pada Kongres V PDIP di Hotel Grand Inna, Sanur, Bali, Kamis 8 Agustus 2019 malam.

Mereka yang memilih Mega secara aklamasi adalah para pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Indonesia yang menghadiri Kongres V itu.

Bahkan seluruh DPD dan DPC tak lagi meminta Mega untuk membaca laporan pertanggungjawaban ketum periode 2014-2019.

“Ternyata tidak perlu (laporan pertanggungjawaban) karena seluruh utusan menyatakan diterima secara aklamasi dan diketok,” kata Mega.

Mega pun meminta maaf kepada awak media karena awalnya pengukuhan ketum dagendakan pada sidang terbuka.

Semua berubah begitu cepat karena Mega tak perlu melakoni fase demisioner untuk pertanggungjawaban dan dilakukan tertutup.

“…mungkin peserta rapel dari pagi sampai malam, tentu ada rasa lelah (sehingga pengukuhan berlangsung cepat dan tertutup),” jelas Mega.

Putri Proklamator RI Soekarno ini kemudian membacakan janji jabatan di depan para peserta kongres.

Isinya; akan setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, AD/ART PDIP, piagam, dan program perjuangan PDIP serta segala ketentuan partai.

Lalu; Mega pun bersumpah akan menjunjung tinggi kehormatan dan disiplin partai serta mengutamakan keutuhan partai.

Ketiga, Mega akan memegang rahasia partai yang menurut sifatnya memang harus dirahasiakan.

Pengambilan sumpah dipandu pimpinan sidang sementara kongres Ketua DPD PDIP Kepulauan Riau Soerjo Respationo yang didampingi lima wakil.

Masing-masing Ketua DPD PDIP Jambi Eddy Purwanto, Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Purwanto, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo, dan Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster.

Selanjutnya, Mega yang meminta jatah kursi menteri terbanyak pada kabinet mendatang, akan menjadi formatur tunggal dalam menentukan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menggunakan hak prerogatifnya.

Ini artinya tetap seperti pada periode kepemimpinan sebelumnya.

Wacana soal ketua harian dan wakil ketua berkembang sebelum Mega terpilih secara aklamasi.

Dua anaknya yakni Prananda Prabowo dan Puan Maharani sempat disebut-sebut akan mengisi dua kursi tersebut.

Menurut dugaan Mega, wacana soal struktur baru itu mengemuka karena PDIP mempercepat kongres dari 2020 menjadi 2019. Mega pun menirukan pertanyaan-pertanyaan yang beredar dan didengarnya langsung itu.

Misalnya; apakah Ibu tak mau jadi ketum lagi, ada apa PDIP mau kongres, apakah ini kongres luar biasa, apakah Ibu akan menyerahkan kepada ketua harian, dan apakah Ibu akan memiliki wakil ketum?

“Sekarang sudah kelihatan, semua itu tidak ada,” kata Mega dengan tegas.

Kepastian Mega untuk meneruskan kepemimpinan di PDIP memang sulit ditolak.

Seperti dicetuskan Pramono Anung, kader PDIP yang menjabat Sekretaris Kabinet RI, kinerja Mega adalah kuncinya.

Dalam lima pemilu legislatif pada masa reformasi (pasca-1998), PDIP tiga kali memenanginya termasuk pada 2014 dan 2019.

“Kemenangan tersebut tidak mungkin tanpa kepemimpinan yang kuat dan idiologis Ibu Megawati,” tulis Pramono melalui Twitter, Kamis 8 Agustus 2019. (*)

Source: Berita Tagar / Foto : Lensa Indonesia
Editor: Val Vasco Venedict

Konten Terkait

1.646.967 Lembar Surat Suara Capres Tiba di Medan

Ridwan Syamsuri

Dipancing soal Bursa Pilwako Medan, Eks Jubir Prabowo-Sandi Respons Begini

Val Vasco Venedict

KPU Terbukti Langgar Prosedur Input Data Situng

[email protected]