Prosumut

BG: Sosok Kinclong di Level Politik Kelas Dewa

Politik

PROSUMUT – Pernah kan Anda mendengar kisah Kumbakarna? Kisah pewayangan tentang sesosok raksasa bernama Kumbakarna yang menjadi mediator saat kerajaannya sedang mengalami perang.

Ceritanya, Raja Rahwana yang akan berperang dengan Rama, meminta bantuan ke Kumbakarna untuk menyelesaikan konflik yang ada. Akhirnya, demi rasa cintanya terhadap kerajaannya, Kumbakarna pun bersedia turun ke medan perang untuk menjadi penyelesai konflik yang ada.

Kalau dipikir-pikir kayaknya kisah heroik tokoh Kumbakarna ini mirip dengan kisah heroiknya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan alias BG yang disebut menjadi kunci kesuksesan rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo.

Bedanya, Kumbakarna ini gagal dalam menyelesaikan konflik antara Rahwana dan Rama. Sementara BG bisa dibilang sukses besar alam merekonsiliasi Jokowi dan Prabowo. Hehehe.

Tentu kuat dalam ingatan saat Presiden Jokowi bertemu Prabowo di MRT beberapa minggu lalu? Nah, itu bisa terjadi salah satunya disebut-sebut karena peran BG.

Tak cuma di sit. Ternyata BG juga disebut-sebut sebagai orang yang “mengarsiteki” pertemuan yang dilakukan oleh Megawati dan Prabowo, beberapa hari setelahnya. Pantas lah pula BG terekam ikutan nimbrung di meja makannya Megawati, sang ketum PDIP.

Posisi duduknya di sebelah Puan Maharani dan berhadapan dengan putra Megawati, Prananda Prabowo. Padahal semua tahuBG bukanlah bagian dari Partai Gerindra atau pun PDIP juga. Upss

Kalau Puan dan Prananda wajar ada di situ, soalnya mereka digadang-gadang banyak pihak akan menjadi penerus sang ibu. Tentunya Ahmad Muzani dan Pramono Anung adalah representasi dari dari partai masing-masing.

Kalau melihat lancarnya dua pertemuan yang katanya diinisiasikan BG, mungkin peran mantan calon Kapolri itu di sini lebih cocok disamakan dengan peran ‘Mak Comblang’. Bukan peran yang dimainkan Kumbakarna seperti cerita pewayangan di atas.

Pertanyaannya, biasanya ‘Mak Comblang’ tentulah suka dikasih traktiran-traktiran kalau dia sukses menjodohkan dua insan yang sedang kesepian. Kira-kira apa traktiran yang dikasih pihak Jokowi dan Prabowo atas jasa-jasa yang telah dilakukan BG?

Banyak analisis politik menduga makin kinclong lah karir politik BG ke depan. Bisa jadi tanpa sosok BG, pertemuan yang mencairkan hubungan Jokowi-Prabowo dan Prabowo-Megawati masih akan terus berlama-lama tanpa kepastian, malah bisa-bisa memunculkan spekulasi yang tak berujung jalan. Bisa saja! (*)

Konten Terkait

Daftar Pemilih Minim di Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan

Ridwan Syamsuri

Mantan Aktivis, Adian Napitupulu Bakal Jadi Menteri Jokowi?

[email protected]

Antara Klaim Petahana & Isu Pelemahan

Val Vasco Venedict