Prosumut

Digeser PNS, Ratusan Guru Honor Terpaksa Dirumahkan

Pendidikan

PROSUMUT – Sejumlah daerah akan merumahkan guru-guru honor yang biasa mengajar di sekolah yang kekurangan guru. Hal ini karena sekolah-sekolah tersebut telah mendapatkan tenaga pendidik baru dari seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Sehingga mau tak mau, para guru honorer harus rela meninggalkan pekerjaan mereka meski sudah mengabdi puluhan tahun di sekolah tersebut.

Di Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu misalnya, ada 153 guru honorer tingkat SD dan SMP yang akan dirumahkan. Hal itu karena SK mereka yang segera berakhir dan juga sudah ada tambahan kuota guru dari seleksi CPNS 2018.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong, Noprianto, dilansir dari Republika, Jumat 14 Juni 2019.

“SK kontrak guru honorer ini akan berakhir bulan Juni 2019 ini, bertepatan dengan berakhirnya tahun ajaran 2018/2019, dan kemungkinan mereka tidak akan diperpanjang lagi,” jelasnya.

Ia juga mengatakan kini ada 170 guru PNS yang akan mengisi kekosongan guru di daerah tersebut.

“Kalangan guru yang lulus seleksi CPNS tahun 2018 lalu, terhitung April 2019 kemarin sudah bertugas di sekolah-sekolah yang selama ini kekurangan guru,” katanya menambahkan.

Noprianto mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, mengingat sekolah yang sebelumnya kekurangan guru saat ini sudah mendapatkan tambahan guru PNS.

Mereka pun akan diistirahatkan atau tetap mengajar dengan status guru komite yang besaran gaji seadanya.

Menurut Noprianto, guru honorer yang sebelumnya sudah mengabdikan diri belasan tahun di masing-masing sekolah atau guru komite pada akhir 2017 lalu diangkat Pemkab Rejang Lebong menjadi guru kontrak daerah dengan gaji per bulan berkisar Rp 1 jutaan. (*)

Editor: Nur Fatimah

Konten Terkait

Antisipasi Coret-coret dan Konvoi, Siswa SMP Tidak Gunakan Seragam Putih

Ridwan Syamsuri

Pertama di Sumatera, UMSU Raih Akreditasi A

[email protected]

UN SMK di Sumut, 25 Sekolah Tak Berbasis Komputer

[email protected]