Prosumut
Pileg

Caleg Muda Anak Pejabat dan Politisi Diprediksi Isi Kursi DPRD Medan

PROSUMUT – Sejumlah nama caleg muda yang merupakan anak pejabat dan politisi diprediksi bakal duduk di kursi DPRD Kota Medan periode 2019-2024.

Di antaranya, Tengku Edriansyah Rendy dari Nasdem yang bertarung di dapil II. Rendy merupakan anak dari Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.

M Afri Rizki Lubis dari Golkar dapil V, anak Ketua DPD Golkar Medan, Syaf Lubis. Habiburrahman Sinuraya dari NasDem dapil V, anak Dirut PD Pasar Medan, Rusdi Sinuraya.

Kemudian, David Roni Ganda Sinaga dari PDI Perjuangan dapil IV, anak Ketua wilayah PPTSB Sumut I sekaligus pengusaha ternama di Medan, JR Sinaga.

Pengamat sosial politik Universitas Sumatera Utara, Prof Suwardi Lubis mengungkapkan, para caleg muda ini diharapkan mampu mewakili suara kaum milenial dan memberikan perubahan sekaligus penyegaran serta kemajuan dengan ide-ide cemerlang mereka.

Menurutnya, para caleg muda itu merupakan generasi penerus dari ayahnya, yang telah berpengalaman, baik dalam dunia politik maupun organisasi.

“Rata-rata nama-nama tersebut didukung oleh orang tua yang merupakan tokoh-tokoh besar di Medan. Diangkat karena pengaruh besar nama sang ayah, ya wajar-wajar saja. Sebab, setiap orangtua pasti ingin anaknya menjadi penerusnya dan bahkan lebih hebat lagi,” ungkap Suwardi kepada wartawan baru-baru ini.

Ia menyebutkan, ada tantangan bagi para caleg muda dan diminta membuktikan diri bahwa mereka memang pantas berada di jajaran legislatif. Mereka harus mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat Medan.

“Kota Medan ini kota ketiga terbesar di Indonesia, bahkan penduduknya pun salah satu yang terbanyak di Indonesia. Oleh karena itu, tugas mereka tentu sangat berat dan punya PR (pekerjaan rumah) yang menumpuk. Mereka harus bisa membuktikan diri bahwa generasi muda mampu melakukan tugas besar,” harapnya.

Namun demikian, sambung Suwardi, nama besar sang ayah bukan hanya menguntungkan bagi mereka. Tetapi, juga menjadi beban mental jika terpilih sebagai anggota dewan.

“Kalau mereka tidak mampu, tentu menjadi sorotan bagi nama besar sang ayah yang sudah mendorongnya terjun ke dunia politik. Jadi, nama besar bisa menguntungkan mereka untuk bisa terpilih. Namun di sisi lain menjadi beban mental bila mereka tidak berkualitas,” sebutnya.

Oleh sebab itu, sarannya, para caleg muda harus menjadikan ayahnya sebagai mentor dalam berpolitik, bagaimana berfikir dan bekerja untuk rakyat.

“Memang menjadi beban tetapi mereka bisa belajar langsung dari orang tuanya sendiri yang sudah berpengalaman, baik dalam berorganisasi maupun berpolitik. Harapannya jangan bermental lemah dan cenderung tergesa-gesa dalam bersikap,” imbuhnya.(*)

Konten Terkait

23 April Warga 5 Kecamatan di Nisel Nyoblos Susulan

Val Vasco Venedict

Surat Suara Presiden Kosong, Warga Pemilih di TPS 033 Kwala Bekala Tak Mau Mencoblos

Ridwan Syamsuri

5 Kasus OTT, Money Politics Pemilu 2019 Terbanyak di Sumut

Val Vasco Venedict