Prosumut
Umum

Intensitas Hujan Tinggi, Bengkulu Terendam; 10 Tewas, 12.000 Mengungsi

PROSUMUT – 
Hujan ekstrim dilaporkan terjadi di beberapa daerah menyusul aktifnya Osiliasi Madden Julian (MJO) dan sirkulasi massa udara basah di perairan Indonesia. Provinsi Bengkulu dilanda banjir besar sejak kemarin (18/4).

Laporan dari Kedeputian Meteorologi BMKG mencatat, hujan ekstrim dengan curah mulai 150 hingga hampir 350 milimeter turun merata di Provinsi Bengkulu meliputi beberapa daerah.

Seperti, Karang Pulau, Kemumu, Tanjung Harapan, Pinang Raya, Manna, Baturoto, dan PLTA Musi. Curah hujan tertinggi turun di Kecamatan Manna. Mencapak 349 milimeter.

Hujan deras mengguyur seluruh wilayah di Bengkulu sejak Jumat (26/4) hingga Sabtu (27/4) pagi. Sungai-sungai meluap dan longsor terjadi di banyak tempat.

Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, bencana banjir dan longsor terjadi di 9 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu yakni di Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.

BACA JUGA:  Tiga Kali Mangkir RDP, Komisi D DPRD Sumut Rekomendasikan Kepala BWS Sumatera-II Sumut Dicopot

Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dampak bencana terus meluas. Data sementara, dampak bencana dari kaji cepat yang dilakukan BPBD Provinsi Bengkulu tercatat 10 orang meninggal dunia, 8 orang hilang, 2 orang luka berat, 2 orang luka ringan, serta lebih dari 12.000 orang mengungsi.

“Dampak bencana telah diderita oleh 13.000 jiwa,” kata Sutopo kemarin.

Kerusakan fisik tercatat meliputi 184 rumah rusak, 4 unit fasilitas pendidikan, 40 titik infrastruktur rusak meliputi jalan, jembatan, oprit, gorong-gorong (yang tersebar di 9 kabupaten/kota) serta 9 lokasi sarana prasarana perikanan dan kelautan yang tersebar di 5 kabupaten/kota.

“Data dampak bencana ini dapat bertambah mengingat belum semua lokasi bencana dapat dijangkau,” jelas Sutopo.

Sutopo menjelaskan, saat ini, banjir sebagian sudah surut di beberapa wilayah. Namun banjir masih banyak menggenangi permukiman di beberapa wilayah.

BACA JUGA:  Tiga Kali Mangkir RDP, Komisi D DPRD Sumut Rekomendasikan Kepala BWS Sumatera-II Sumut Dicopot

Dampak bencana susulan yang mungkin timbul adalah munculnya penyakit kulit dikarenakan minimnya air bersih, gangguan ISPA, dan lain-lain.

Selain itu, longsor dan banjir dapat berpotensi kembali terjadi jika curah hujan tinggi.

“Penanganan darurat bencana terus dilakukan. Gubernur Bengkulu, Rohodin Mersyah telah memerintahkan seluruh jajaran SKPD di Bengkulu agar mengerahkan potensi yang ada di daerah untuk membantu penanganan darurat bencana,” papar Sutopo.

Gubernur Bengkulu telah melaporkan dampak bencana kepada Kepala BNPB Doni Monardo. BNPB telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat untuk mendampingi BPBD dan memberikan bantuan dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat.

Kepala daerah yang daerahnya mengalami bencana dihimbau segera menetapkan status darurat untuk mempercepat penanganan darurat.

Posko Induk di BPBD Provinsi Bengkulu telah didirikan, tepatnya di Ruang Pusdalops dan mendirikan posko pengungsian di 12 titik lokasi. Rapat koordinasi terus dilakukan setiap hari.

BACA JUGA:  Tiga Kali Mangkir RDP, Komisi D DPRD Sumut Rekomendasikan Kepala BWS Sumatera-II Sumut Dicopot

Penyelamatan, pencarian korban dan evakuasi korban dilakukan dengan menggunakan perahu karet. Dapur umum didirikan dan melaksanakan pendistribusian makanan.

Perbaikan darurat dilakukan, khususnya untuk mengatasi jalur transportasi dan distribusi bantuan. Untuk mengatasi longsor yang menutup badan jalan pemerintah setempat telah melakukan pembersihan material menggunakan alat berat.

”Untuk jalan dan jembatan yang putus telah dilakukan survei dan pendataan serta pengamanan dengan memasang rambu peringatan di jalan,” jelas Sutopo.

Petugas, kata Sutopo, masih kesulitan untuk menjangkau ke lokasi titik-titik banjir dan longsor. Karena seluruh akses ke lokasi kejadian terputus total.

”Koordinasi dan komunikasi ke Kabupaten/ Kota cukup sulit dilakukan karena aliran listrik banyak yang terputus,” pungkasnya.(*)

Konten Terkait

Jumat Barokah, Satbrimob Polda Sumut Bagi Makanan Gratis

Editor prosumut.com

Pulang Cek Proyek Drainase, PNS di Langkat Tewas Tergelincir

Editor Prosumut.com

TNI AU Beri Bantuan Sembako Kepada Korban Banjir di Medan

Editor Prosumut.com