Prosumut
Hukum

Empat Kurir Sabu Jaringan Malaysia Divonis 18 Tahun

PROSUMUT – Empat kurir sabu seberat 6,8 kg jaringan Malaysia, divonis masing-masing dengan hukuman 18 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Sidang digelar di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (25/4).

Keempat terdakwa itu masing-masing Bahtiar Amin alias Rizal (berkas terpisah), Fahrizal Margolang alias Tojal, Wibowo Ali alias Bowo dan Irwan Panjaitan alias Tojal.

Tuntutan itu bahkan lebih ringan satu tahun dari yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) Anwar Ketaren SH yang sebelumnya menuntut 19 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara.

“Terdakwa secara sah meyakinkan terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” tegas majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata.

Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan terdakwa adalah tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

“Hal yang meringankan terdakwa, bersikap sopan di persidangan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” tandas hakim.

Atas putusan tersebut, baik terdakwa dan JPU kompak menerima. Sementara, Anwar Ketaren ketika dikonfirmasi seusai sidang terkait ringannya hukuman yang diterima para empat kurir tersebut, malah kembali bertanya kepada wartawan.

“Anda mengikuti sidang ini dari awal tidak? Karena di persidangan mereka ini bukan bandar tapi hanya kurir,” kata Anwar Ketaren berkilah.

Saat dibandingkan dengan vonis yang diterima terdakwa 5 Kg Sabu yang mendapat hukuman 20 tahun penjara beberapa waktu lalu, kembali jaksa dari Kejatisu ini kembali menjawab ketus.

“Jadi harus dihukum mati? Silahkan saja tanyakan langsung sama hakim, kenapa diputus segitu,” tandasnya.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU, tiga pria yakni Fahrizal Margolang alias Tojal, Wibowo Ali alias Bowo dan Irwan Panjaitan alias Tojal pada Oktober 2018 lalu diperintahkan Bahtiar Amin alias Rizal mengambil narkotika jenis sabu seberat 6.864 gram (6,8 kilogram) ke Malaysia dengan upah Rp20 juta.

“Pada September 2018, Bahtiar disuruh Fikar (DPO) mencari orang yang bisa dipercaya untuk mengambil sabu ke Malaysia dengan kesepakatan ongkos seluruhnya Rp 25 juta. Kemudian, Bahtiar menghubungi Fahrizal Margolang dan membicarakan untuk mengambil sabu itu,” kata JPU.

Bahtiar menjanjikan upah sebesar Rp20 juta kepada Fahrizal. Setelah sepakat, Fahrizal mengajak Wibowo Ali dan Irwan Panjaitan untuk berangkat ke Malaysia. Di Malaysia, mereka dihubungi Fikar tentang kelanjutan sabu yang dijanjikan. Setelah didapat, lantas mereka kembali ke Indonesia.

“Bahtiar menghubungi Fikar untuk mengirim uang sebesar Rp50 juta. Lalu, Bahtiar langsung mengirim uang tersebut kepada Fahrizal sebesar Rp20 juta,” cetus Anwar.

Usai menyerahkan uang itu, Bahtiar datang menemui tiga nelayan ke Air Joman, Tanjungbalai untuk mengambil barang haram asal Malaysia tersebut.

Namun ternyata, keberangkatan ketiga nelayan itu sudah dicium oleh petugas dari Ditres Narkoba Polda Sumut. Ketiga nelayan sudah dibuntuti polisi dan langsung mengamankannya.

Sedangkan Bahtiar, ditangkap setelah itu. Polisi mengamankan barang bukti satu buah tas yang di dalamnya terdapat 7 bungkus plastik teh warna hijau dari China berisi sabu seberat 6,8 kilogram dari tangan Fahrizal.(*)

Konten Terkait

KPK Periksa Sejumlah Pejabat Pemko Medan

Editor prosumut.com

Optimis Menuju WBK, Ini 11 Inovasi Lapas Binjai

Editor Prosumut.com

RKUHP, Inilah Ring Tinju DPR vs Rakyat

valdesz