Prosumut

Bikin Geram, Terduga Pelaku Bully Audrey Malah Narsis di Kantor Polisi

Hukum Umum

PROSUMUT – Seolah tak merasa bersalah, tiga terduga pelaku penganiayaan siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, malah narsis di kantor polisi.

Ketiga remaja tanggung itu malah memvideokan diri mereka dengan aplikasi Boomerang saat berada di kantor polisi.

Sementara sang korban yang bernama Audrey terluka parah dan harus dirawat intensif di rumah sakit setelah dikeroyok 12 orang anak SMA.

Video tersebut lantas diunggah ke akun media sosial dan viral di kalangan warganet. Ketiganya tampak tersenyum dan berpose tanpa ada rasa bersalah.

Diduga salah satu pelaku memiliki koneksi dengan kepolisian dan anak calon anggota legislatif.

Warganet yang melihat itupun geram dan menghujat para remaja perempuan itu.

“Mereka harus dihukum setimpal. jangan sampai ada audrey berikutnya. masih sempet bikin boomerang di kantor polisi, bikin makin muak sama tingkahnya,” komentar akun @ha***ha.

“yg ngebully Audrey malah boomerang dikantor polisi?????? sakit jiwa,” timpal akun @di***.

“Dari pada kalian foto lebih baik kalian minta maaf ke korban.. ga ada faedahnya juga kan kalian ngepost hal yang ga membanggakan?” tulis akun @Au***.

Sementara, saat ini warganet ramai-ramai menandatangani petisi untuk keadilan bagi Audrey, siswi SMP yang dikeroyok 12 siswa SMA.

Dalam petisi itu mereka menuntut agar Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) segera memberikan keadilan bagi Audrey.

Karena kejadian yang menimpa Audrey merupakan kebrutalan. Audrey diketahui terluka parah, bahkan salah satu pelaku menusukkan sesuatu ke kemaluannya hingga ia kehilangan keperawanannya.

Sebelumnya, KPPAD Kalbar sendiri telah menegaskan bahwa pelaku harus diproses sesuai hukum. (*)

Editor: Nur Fatimah

Konten Terkait

Yusril Tantang Prabowo Sumpah Pocong

Val Vasco Venedict

Sukses Amankan Pemilu, KPU Beri Kapolres Binjai Penghargaan

Ridwan Syamsuri

Caleg Terpilih Bisa Tak Dilantik Jika Tak Serahkan ini!

valdesz